Beranda Hukum Senpi Hasil Kejahatan Dipotong

Senpi Hasil Kejahatan Dipotong

401
BERBAGI
Antaranews Aceh/Zubir

ACEH UTARA – Pihak Polres Aceh Utara, Provinsi Aceh, memusnahkan 8 pucuk senjata api, ribuan butir peluru dan 11 magasin yang merupakan barang bukti hasil sitaan dari kelompok sipil untuk kejahatan.

Pemusnahan senpi itu dengan cara dipotong menggunakan mesin gerinda di halaman Mapolres Aceh Utara di Lhoksukon, Selasa, yang turut disaksikan Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, pihak kejaksaan dan pengadilan setempat.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata menyatakan, barang bukti itu hasil sitaan dari kelompok sipil bersenjata dan pelaku kriminal di daerah itu terhitung 2015 hingga 2017.

“Ini adalah barang bukti hasil sitaan dari 2015 hingga 2017, dari beberapa pelaku kriminal,” kata Ahmad Untung.

Dirincikan, barang bukti yang dimusnahkan masing-masing 5 pucuk senpi AK-56, 1 pucuk RPD, 1 pistol jenis FN dan 1 pelontar jenis GLM, kemudian 1.545 butir peluru berbagai ukuran, dan 11 magasin berbagai jenis.

Barang bukti tersebut disita dalam waktu dan pelaku berbeda-beda, masing-masing Darkani alias Rungkom, Muhammad Nasir alias Si Dhet, Faisal alias Komeng dan Marsuddin alias Doyok.

Kapolres Ahmad Untung mengimbau, bila ada masyarakat sipil yang masih menguasai dan menyimpan senjata api yang tidak memiliki izin atau ilegal untuk menyerahkan kepada pihaknya.

“Kita menduga masih ada warga menguasai senpi secara ilegal, oleh karena itu kita berharap agar diserahkan ke petugas,” imbaunya.

Kepala Seksi Pidana Umum pada Kejaksaan Negeri Aceh Utara Fahmil Jalil yang turut hadir dalam acara itu ditanyai secara khusus menyatakan, barang bukti sitaan tersebut telah memiliki putusan hukum tetap.

“Itu adalah barang bukti dari kelompok bersenjata yang disidangkan antara tahun 2016 dan 2017 yang sudah inkrah,” kata Fahmi Jalil.

Selain Kapolres Aceh Utara, pemotongan senpi ini juga dilakukan Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, perwakilan Pengadilan Negeri Lhoksukon Abdul Wahab, dan pihak Kejaksaan Negeri Aceh Utara, Fahmi Jalil.

Sumber; Antara

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here