Beranda Opini Manfaat Daun Basil untuk Pengobatan

Manfaat Daun Basil untuk Pengobatan

752
BERBAGI
Ilustrasi Daun Basil

Makan tanpa lalapan, serasa ada yang kurang. Salah satu lalapan di Indonesia yang sering dihidangkan di berbagai rumah makan sunda yaitu daun basil (Ocimum basilicum L). Basil merupakan tanaman semusim yang tumbuh tegak, mempunyai banyak cabang pada bagian atas dan memiliki aroma yang khas.

Batang tumbuhan ini berwarna hijau sampai kecoklatan dan rasa agak pedas. Daunnya tunggal, bertangkai dengan panjang 0,5-5 cm. Helai daunnya berbentuk bulat telur sampai memanjang, permukaan daunnya berambut halus dengan bintil-bintil kelenjar, tulang daun menyirip dengan tepi bergerigi, berwarna hijau tua. Bunganya berwarna putih atau lembayung tersusun dalam tandan yang panjangnya 3-50 cm keluar ujung percabangan.

Di Indonesia, tanaman ini tersebar di Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, Sumbawa dan hampir di seluruh nusantara, sehingga dapat disimpulkan basil dapat tumbuh di berbagai wilayah Indonesia.

Basil mempunyai bau khas yang kuat. Tanaman ini masih serumpun dengan daun basil dan dipercaya ditanam dalam pot, baunya akan menyengat sampai menusuk ke dalam otak sehingga dapat digunakan sebagai relaksan (menciptakan perasaan tenang) yang sangat berguna bagi orang yang sedang dihantui rasa cemas dan tegang.

Basil banyak digunakan sebagai obat tradisional contohnya pengobatan seperti susah buang air besar, penurun panas, mual, kram perut, migrain, asma bronkiale, gastritis, hepar, jantung dan kelainan imunitas. Penggunaan basil sebagai obat luar untuk jerawat, pengharum ruangan, gigitan serangga, sebagai obat kumur atau obat sariawan, jamu meningkatkan energi, obat mata untuk mata lelah, gigitan ular, dan penyakit kulit sehingga basil dapat digunakan berbagai terapi penyakit.

Daun basil memiliki 50 aktivitas dan dapat mengobati lebih dari beberapa kondisi diantaranya sebagai pereda nyeri, obat cacingan, antibakteri, antijamur,  antiradang, anti oksidan, anti stress, anti thyroid, antitusif, anti ulkus, dan antikanker. Di negara berkembang daun ini dipercaya sebagai antinyamuk karena mempunyai bau khas yang dapat menyingkirkan berbagai hewan terbang.

Akan tetapi, penelitian beberapa tahun terakhir ini dipercaya bahwa daun basil mempuntyai aktivitas ebagai antibakteri rongga mulut baik terhadap bakteri gram positif maupun bakteri gram negative. Secara umum penelitian tersebut menyatakan bahwa ekstrak daun basil (Ocimum basilicum) memiliki daya antibakteri terhadap bakteri dalam rongga mulut .

Salah satu senyawa aktif yang di duga mempunyai aktifitas antibakteri dalam rongga mulut  adalah minyak atsiri. Selain minyak atsiri, kandungan yang terdapat didalam daun basil yaitu tannin, flavonoid, dan tertepenoid. Penemuan daun basil ini dapat meningkatkan pemamfaatan tanaman menjadi tanaman obat yang berkhasiat salah satunya sebagai antibakteri. Hal ini akan memberikan keuntungan dalam bidang kesehatan. Minyak atsiri dapat menghambat kerja enzim yang terlibat dalam produksi energi dan pembentukan komponen struktur sehingga pembentukan dinding sel terganggu.

Komponen lipofilat yang terdapat pada dinding sel atau membran sel dapat terjadi perubahan akibat penggunaan senyawa antibakteri  sehingga  komposisi penyusun dinding sel tidak terdisosiasi. Minyak atsiri daun selasih mengandung eugenol yang tergolong turunan senyawa fenol yang mempunyai efek antiseptik dan bekerja dengan merusak membran sel. Mekanisme antibakteri yang mungkin terjadi karena pengikatan senyawa fenol dengan sel bakteri yang akan mengganggu permeabilitas membran dan proses transportasi.

Senyawa fenol bersifat lipophilic yaitu dapat mengganggu integritas membran sel karena berupa molekul lipid yang akan menimbulkan kerusakan membran sel melalui mekanisme penurunan tegangan permukaan dan meningkatkan permeabilitas serta kehilangan struktur pokok unsur penyusun sel dengan mengganggu lapisan fosfolipid. Lapisan fosfolipid yang terganggu menyebabkan perubahan komposisi asam lemak sehingga terjadi pembengkakan sel  dan pertahanan permeabilitas akan menjadi lemah dan rusak.

Tekanan osmotik dalam sel pun akan menjadi peka dan menyebabkan keluarnya komponen sel bakteri seperti protein, asam nukleat, nukleotida dan lainnya sehingga dapat menghambat metabolisme dan transport zat. Hal ini mengakibatkan hilangnya kation dan makromolekul dari sel . Pada konsentrasi rendah senyawa fenol akan menyebabkan denaturasi protein.

Molekul fenol kebanyakan tidak terdisosiasi, lebih hidrofobik dan melarut pada fase lipid pada membran sel lipid sehingga semakin baik kemampuan antibakterinya. Oleh karena itu, minyak atsiri dan senyawa fenol dapat mengganggu komponen dinding sel dan permeabilitas membran sel.

Aktivitas antibakteri tannin dengan cara membentuk komplek dengan substrat bakteri dengan cara melewati dinding sel bakteri untuk mencapai membran sel. Dinding sel bakteri mengandung polisakarida dan protein yang berbeda yang memungkinkan bagian dari tannin masuk. Gugus tannin memiliki lebih dari dua grup o-difenol pada molekulnya, yang dapat membentuk kompleks dengan ion metal seperti Cu dan Fe sehingga tannin dapat mereduksi ketersediaan ion metal esensial untuk bakteri.

Mekanisme antibakteri flavonoid dengan menghambat sistesis asam nukleat, menghambat fungsi membran sitoplasma dan metabolisme energi. Membran sitoplasma bakteri sendiri berfungsi mengatur masuknya bahan-bahan makanan atau nutrisi, apabila membran sitoplasma rusak maka metabolit penting dalam bakteri akan keluar dan bahan makanan untuk menghasilkan energi tidak dapat masuk sehingga terjadi ketidakmampuan sel bakteri untuk tumbuh. Oleh karena itu, tanin dan flavonoid dapat mengganggu pertumbuhan sel yang dapat menyebabkan kematian sel.

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat diasumsikan bahwa ekstrak etanol daun selasih mempunyai aktivitas antibakteri dapat digunakan sebagai bahan dasar obat kumur karena memiliki mekanisme seperti menghancurkan dan mengendapkan dinding sel bakteri dan dapat menghambat perlekatan bakteri ke permukaan gigi.

Penulis: Ivhatry Rizky O P S, Mahasiswi S2 ilmu kedokteran dasar UNPAD/Dosen Tidak Tetap FKG UNPAD

BERBAGI

4 KOMENTAR

  1. Khasiat nya bisa dijadikan bahan penelitian dg menguji ekstrak daun basil dg bakteri yg ada di mulut. Selanjutnya bisa dijadikan utk obat kumur herbal ya dok iv?

  2. Kalau mengkonsumsi daun basil secara berlebihan apakah ada efek samping nya tidak ? Trimakasih

  3. artikel yg berguna, baik untuk dibaca. semoga ke depannya bs menyumbangkan lebih banyak ilmu lagi..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here