Beranda Nanggroe Mengenang Tsunami, Aceh Gelar Zikir Internasional

Mengenang Tsunami, Aceh Gelar Zikir Internasional

99
0
BERBAGI

BANDA ACEH – Pemerintah Provinsi Aceh akan menggelar zikir internasional yang menghadirkan ulama dari empat negara untuk mengenang musibah gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004.

Ketua Panitia Pelaksana Tgk Muhammad Balia mengatakan, zikir akbar dibawah tanggungjawab Dinas Syariat Islam tersebut berlangsung di Taman Ratu Safiatuddin Lampriet, pada Selasa (26/12) pukul 20.30 WIB.

Zikir yang mengambil tema “Selaras Menuju Sirathal Mustaqim” akan menghadirkan ulama dari Brunei Darussalam Mohamad Adi Aishamuddin bin Mat Bakar, Mohammad Fahmi bin Haji Matnor, Muhammad Najib bin Haji Muhammad Ali, Nurdeng Deuraseh, dan Muhammad bin Mat Piah.

Kemudian dari Singapura yakni Muhammad Afeef bin Manshor, dari Malaysia, Mohd Nizam bin Kamaruzzaman, Husni bin Muhammad Harun, Uwais Azzuhaili bin Husni, dan Mansur bin Usman serta Mohammed Ahmed Mohammed Abdo dari Yaman.

Selanjutnya dari Thailand, Chemuso Romilo, Adsaman Sideh, Ismail Benjasminth, dan Asae Boongorsayu.

“Para ulama yang hadir tersebut merupakan ulama yang terkenal di negaranya masing-masing. Kita berharap zikir akbar ini berjalan lancar,” kata Muhammad Balia yang didampingi humasnya Tgk Tarmizi A Hamid.

Sedangkan ulama dari Indonesia adalah Habid Novel Alaydrus dari Solo yang juga akan mengisi tausiah pada zikir akbar tersebut. Dan ulama dari Aceh di antaranya Abu Muhammad Amin (Tu Min) Blang Bladeh, Abu Mustafa Paloh Gadeng, Waled Nuruzzahri Samalanga dan sejumlah ulama karismatik lainnya.

“Kami mengundang seluruh masyarakat Aceh untuk hadir pada acara zikir akbar tersebut yang akan dilaksanakan usai Shalat Isya,” katanya.

Ia menyatakan, tujuan zikir ini selain mengenang para syuhada tsunami juga untuk merajut solidaritas umat Islam di seluruh dunia ini. Sesuai saran Ketua DPR Aceh bahwa zikir internasional ini nantinya akan menjadi agenda tetap setiap peringatan musibah tsunami.

Tsunami Aceh merupakan musibah besar yang tidak bisa dilupakan, sehingga meskipun sudah berjalan 13 tahun lamanya namun cerita dan kisah masyarakat Aceh yang berjuang dalam musibah tersebut tidak akan habis-habisnya.

“Musibah tsunami meninggalkan kisah dan cerita yang panjang bagi masyarakat Aceh, sehingga sampai kapanpun muisbah itu akan tetap dikenang,” kata Tarmizi.

Sumber; Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here