Beranda Lingkungan Ayo, Lestarikan Hutan!

Ayo, Lestarikan Hutan!

505
BERBAGI

ACEH BESAR – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diwakili staf ahli gubernur T. Syakur mengharapkan masyarakat menjaga kelestarian hutan, karena kehidupan manusia sangat tergantung kepadanya. Hutan memiliki kemampuan menampung cadangan air serta mencegah terjadinya longsor.

“Hutan yang rusak mengakibatkan debit air sungai berkurang. Karena kondisi hulu terganggu berdampak ke hilir,” ujar T. Syakur pada acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional 2017 Provinsi Aceh yang mengangkat tema “Kerja Sama: Makmurkan Rakyat, Lestarikan Alam” di Rest Area, Lhong-Aceh Besar, Sabtu (16/12/2017).

Menurut Syakur, Salah satu permasalahan hutan adalah illegal logging. Dia mengatakan pemerintah serius mengatasi masalah tersebut dengan menerbitkan moratorium illegal logging.

Dalam kesempatan itu, T. Syakur turut membacakan pidato tertulis Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Isinya menyebutkan seluruh pihak memiliki tanggung jawab menjaga hutan. Kegiatan pengelolaan hutan dan lahan harus memberikan manfaat bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Caranya adalah dengan meningkatkan produktifitas hutan dan lahan serta terpeliharanya alam.

Siti menambahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerukan kepada masyarakat menanam 25 batang pohon selama hidup. Dengan pepohonan terciptanya lingkungan hidup yang sejuk, bersih, dan sehat. Kementrian Lingkungan hidup mendukung langkah Jokowi dengan menyediakan bibit melalui persemaian permanen, kebun bibit rakyat, dan penyediaan bibit produktif yang semuanya itu dapat diperoleh masyarakat gratis.

“Ancaman ke depan adalah penyediaan air bersih untuk kebutuhan manusia. Pada tahun 2020, Pulau Jawa dan Bali diprediksikan mengalami defisit air,” ujarnya.

Karena itu, Siti meminta agar penanaman pohon terus digalakkan untuk menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati. Selama ini telah terjadi banjir dan longsor. Penyebabnya, penggunaan lahan yang tidak tepat. Lahan yang berfungsi lindung beralih fungsi menjadi budidaya. Sehingga, hilangnya fungsi lindung untuk menyimpan dan mengatur tata air di aliran sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh Ir Saminuddin B Tou memaparkan bahwa jumlah peserta yang hadir pada acara peringatan ini mencapai 700 orang dari berbagai kalangan, seperti 200 relawan Museum Tsunami Aceh. Pemilihan Rest Area, Lhong, sebagai lokasi penanaman berdasarkan permintaan masyarakat. Daerah ini juga mampu mewakili daerah pantai dan pegunungan.

“Melalui penanaman pohon di sini, diharapkan semakin memperindahnya sebagai lokasi wisata,” tuturnya.

Ia mengharapkan bibit yang ditanam dapat dipelihara dengan baik, jauh dari gangguan ternak. Melalui acara ini pula diharapkan meningkatnya kecintaan masyarakat terhadap hutan.

Penanaman pohon ini merupakan serangkaian kegiatan penanaman 13.000 ribu pohon dalan rangka peringatan gempa dan tsunami ke-13.[RILIS]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here