Beranda Nanggroe RSUDZA Banda Aceh Rawat Enam Pasien Difteri

RSUDZA Banda Aceh Rawat Enam Pasien Difteri

126
0
BERBAGI

BANDA ACEH – Enam warga Aceh yang terinfeksi difteri menjalani perawaatan di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh. Keenam pasien tersebut berasal dari Aceh Besar, Pidie, Banda Aceh dan Sabang.

“Ada enam pasien difteri yang masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUDZA Banda Aceh,” kata Direktur RSUDZA, dr.Fachrul Jamal, Rabu (13/12).

Fahrul Jamal juga menyebutkan Januari hingga Desember 2017, RSUDZA Banda Aceh telah menanggani 36 kasus difteri, tiga diantaranya meninggal dunia.

“Tiga pasien yang terinfeksi difteri meninggal dunia berasal dari Aceh Tamiang, Pidie Jaya dan Bireun, masing-masing satu orang, usia pasien berkisar dua hingga 17 tahun” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr.Hanif mengatakan penyakit menular difteri di Aceh disebabkan karena sebagian orang tuan enggan melakukan imunisasi.

“Dari kasus yang kita ditemukan, 95 persen pasien difteri tidak diimunisasi sehingga gampang terserang bakteri Corynebacterium Diphteriae yang menyerang saluran pernafasan bagian atas pada manusia,” ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran difteri, kata Hanif, Dinkes Aceh akan melakukan beberapa langkah untuk memutuskan penyebaran penyakit menular tersebut dengan cara memberikan pengobatan apabila ditemukan satu kasus dalam satu wilayah.

“Jika ditemukan adanya pasien yang mengalami gejala awal difteri segera laporkan agar berikan anti serum difteri dan antibiotik, sehingga tidak menyebar,” katanya.

Penangganan pasien difteri membutuhkan waktu selama 14 hari hingga dinyatakan sembuh. Namun, lamanya pengobatan bisa semakin bertambah apabila pasien lebih buruk dari yang diperkirakan.

“Pemberian antibiotik terhadap pasien akan dilakukan selama 14 hari, jika dalam waktu itu belum juga ada kebaikan maka akan dilanjutkan sehingga dinyatakan sembuh,” ungkapya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarkat untuk melakukan imunisasi kepada anaknya secara lengkap sehingga ada kekebalan tubuh terhadap serangan bakteri.

“Saat ini masyarakat enggan mengimunisasi anaknya karena ada isu yan negatif terhadap imunisasi. Padahal imunisasi itu sangat penting untuk ketahanan tubuh kita,” kata Kadis Kesehatan Aceh. [Tomy]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here