Kamis, 18-Desember-2014
Follow Us:
Fauzul Husni
Nanggroe | 21/08/2013
Aceh Media
BANDA ACEH - Koordinator Gerakan Anti Korupsi Aceh Askhalani mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas keberhasilannya mengungkap borok kasus korupsi di Badan Pengelola Kawasan Sabang (BPKS) dan menetapkan dua tersangka.

"Ini merupakan sebuah langkah maju dalam pengungkapan kasus korupsi di Aceh, sekaligus menjawab harapan publik di Aceh terkait korupsi berjamaah yang dilakukan di BPKS," kata Askhalani kepada acehonline.info, Selasa (20/8) di Banda Aceh.

Upaya pengungkapan kasus karupsi tersebut, kata Askhal, memberikan gambaran bahwa BPKS adalah sebuah badan yang sarat dengan masalah.

"Mulai dari kasus pembebasan lahan, pengelolaan anggaran serta pembangunan fisik atas master plant yang telah direncanakan sejak tahun 2000," ujar askhal.

Askhal juga menjelaskan, pengungkapan atas kasus BPKS sudah memakan waktu lebih kurang 3 tahun, sejak Mei 2010 hingga agustus 2013.

"Ini sebuah upaya yang luar biasa dari KPK terhadap perhatiannya dalam mengungkap kasus ini sampai kemudian ditetapkan tersangka. Bagi masyarakat Aceh ini adalah sebuah nilai harapan yang sangat berharga, ditengah menurunnya kepercayaan publik pada institusi hukum yang menangani kasus korupsi khususnya di provinsi Aceh,"jelasnya

Berdasarkan catatan GeRAK Aceh, kata Askhal, ini adalah satu dari dua kasus yang telah diteruskan ke KPK, dimana satu kasus lainnya yang saat ini juga sedang dalam penyidikan KPK adalah indikasi korupsi pembebasan tanah (lahan) sejak tahun 2007 s/d 2010.

"GeRAK Aceh akan terus mendukung KPK dalam menyelesaikan kasus ini hingga tuntas, serta mengungkap aktor-aktor yang terlibat untuk memperkaya diri dari anggaran BPKS," ibmuh Askhal.(Fauzul Husni)


Anda Pengunjung:
ALAMAT REDAKSI: JALAN HASAN DEK NO 102, BEURAWE, BANDA ACEH, PROVINSI ACEH :: EMAIL: REDAKSI@ACEHONLINE.INFO

Developed by Delta Intermedia for Aceh Online :: Tentang kami | Kontak Kami | Karir | DisclaimerAtas