Selasa, 17-Oktober-2017
Follow Us:
Rizki Aulia
Politik | 28/09/2017
Aceh Media
JAKARTA - Diskriminasi, ketidakadilan, dan ketimpangan ditengarai menjadi sumber radikalisme di Indonesia. Tiga hal ini menjadi faktor lain di samping maraknya ajaran-ajaran radikal dari luar.
 
Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi II DPR RI Luthfi Mutty di Jakarta, Selasa (26/9), saat menjadi narasumber di seminar bertajuk Radikalisme dan Kesenjangan Sosial dalam Kerangka Pembangunan Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat  PMKRI.
 
"Karena itu pemerintah harus hadir lewat pelayanan yang adil," tuturnya.
 
Selain itu, Luthfi melanjutkan, penegakan hukum yang menempatkan semua warga negara bersamaan kedudukannya di depan hukum, menjadi PR lainnya. "Jangan mendegradasi hukum menjadi komoditi yang bisa diperjualbelikan," tambah politisi NasDem ini.
 
Menurut Luthfi, pelayanan pemerintah yang  diskriminatif hanya akan membuat radikalisme tumbuh subur di negeri ini. Demikian juga jika hukum hanya tajam ke bawah tumpul ke atas.
 
Hal lain yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah memberdayakan rakyat lewat pembangunan yang berkeadilan. Luthfi mewanti-wanti betul soal ini karena kecemburuan sosial bisa membahayakan kondisi bangsa dan negara.
 
"Ketimpangan yang kian lebar  adalah lahan subur bagi tumbuhnya benih-benih radikalisme," tutupnya. [Rizki Aulia]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info