Selasa, 17-Oktober-2017
Follow Us:
KWPSI
Tausiah | 19/09/2017
Aceh Media
Hidup penuh berkah yang diiringi dengan kebahagiaan dan ketenangan jiwa merupakan dambaan setiap manusia‎, lebih-lebih umat Islam yang beriman kepada Allah SWT.

Seorang mukmin yang baik tidak akan mengharapkan harta yang banyak dan berlimpah, tapi keberkah‎an yang diharapkan. Banyaknya harta belum tentu berkah, dan sedikit juga belum tentu tidak bahagia dan melarat.

Berkah juga bukanlah cukup dan mencukupi saja, tapi berkah juga terlihat dari bertambahnya ketaatan seseorang hamba kepada Allah, melaksanakan segala perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-Nya dalam segala keadaan yang ada.

Demikian antara lain disampaikan Tgk. Sirajuddin Saman S.Pd.I MA, Pimpinan Dayah Khamsatu Gampong Deunong, Darul Imarah, Aceh Besar saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (13/9/2017) malam..

‎"Keberkahan hidup sehari-hari itu bisa diterjemahkan dengan ketenangan dan kebahagiaan. Semakin kita mentaati Allah, hatinya tenang dan nyaman, dan juga sebaliknya. Tidak ada keberkatatan krn telah meninggalkan iman dan taqwa pada Allah," ujar Tgk Sirajuddin.

Da'i yang akrab disapa Tgk Abang ini mengungkapkan ayat Alquran yang menjelaskan tentang keberkahan hidup. Dalam Surat Al-A'raf ayat 96 menyebutkan, "Jikalau sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi jika mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya".

Disebutkannya, banyak orang yang menginginkan agar kehidupannya mendapatkan keberkahan. Tak hanya orang yang beriman, namun mereka yang jauh dari Allah pun sebenarnya ingin hidupnya diberkahi.

Meski begitu, banyak yang menyalah artikan tentang keberkahan dimana sering diarahkan kepada berlimpahnya harta, kehidupan yang serba menyenangkan dan segala kenikmatan dunia yang terus bertambah.

"Yang jelas jika kita taat pada Allah, itulah kunci utama keberkahan karena tahu tujuan hidup ini untuk beribadah kepada Allah. Ibadah ini tidak semata hanya shalat, puasa, haji dan lainnya, tapi juga membantu meringankan kesusahan orang lain dan tidak mengambil hak orang lain dalam hidup, serta menjaga keselamatan sesama muslim baik dalam perbuatan, sikap maupun lisan kita, juga merupakan bentuk ketaatan pada Allah," jelas Tgk Sirajuddin yang juga kandidat doktor UIN Ar-Raniry ini.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Pengurus Wilayah (PW) Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Provinsi Aceh ini juga menyampaikan empat ciri-ciri orang bertaqwa yang bisa membawa pada kebahagiaan dan keberkahan hidup.

Pertama, tidak sombong/takabbur, tapi selalu tawadhuk/rendah hati. Diantara tandanya selalu lebih dulu ucapkan salam. "Tidak mentang-mentang kaya, menjadi atasan lalu menjadi sombong. Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya masih ada sifat sombong, meski dia rajin shalat . Banyaklah istighfar untuk menghilangkan sifat sombong ini," terangnya.

Kedua, qanaah yaitu selalu merasa puas dan cukup dengan apa yang Allah berikan kepada kita dan berterima kasih atas segala pemberian-Nya. "Jangan sampai kita merasa tidak pernah cukup dengan rezeki Allah, dan selalu mengeluh kekurangan meski gaji sudah Rp 10- 15 juta. Kalau qanaah pasti merasa cukup apa pun yang didapat‎. Supaya qanaah, jangan selalu lihat ke atas, tapi lihatlah pada orang-orang yang jauh di bawah kita agar timbul rasa syukur," katanya.

Ketiga, Wara', yaitu sifat melalu menjaga diri agar tidak terjurumus dalam perbuatan dosa. Berupaya tutup rapat-rapat semua peluang dan celah yang mengarah pada kemaksiatan. Karena kejahatan/kemaksiatan itu terjadi jika ada peluang dan kesempatan. 

‎Keempat, yaqin/percaya akan ada hari pembalasan dan pengadilan Allah nantinya. "Hari ini kita yang akan tentukan neraka atau surga dengan amal perbuatan kita di dunia, dan nanti kita akan semua pembalasan yang setimpal dari Allah perbuatan kita sekarang," ungkapnya seraya menambahkan Khalifah Usman bin Affan, suatu ketika pernah pingsan melihat jenazah orang diusung, karena membayangkan jenazah itu dirinya yang banyak dosa, bagaimana nasibnya di alam kubur hingga hari pembalasan nantinya. [KWPSI]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info