Rabu, 20-09-2017
Follow Us:
KWPSI
Tausiah | 30/08/2017
Aceh Media
Salah rukun Islam adalah melaksanakan ibadah haji bagi yang memiliki kemampuan, sesuai perintah Allah SWT dalam Alquran Surat Ali Imran ayat 97.

"Rukun Islam kelima ini merupakan ibadah yang istimewa, disyariatkan dengan sempurna dan ditentukan waktunya sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 197.

Sementara bagi kita yang tahun ini berhari raya Idul Adha di Tanah Air, juga ada satu ibadah yang istimewa yaitu ibadah Qurban, untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menyembelih hewan pada waktu yang telah ditentukan, sesuai perintah Allah dalam Surat Al-Kautsar, "Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah". 

Demikian antara lain disampaikan" Ustaz Agusri Syamsuddin, MA, Dosen STAI Tgk Chik Pante Kulu Banda Aceh, saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (23/08/2017) malam.

"Sesuai perintah Allah, kewajiban menunaikan ibadah haji hanya sekali seumur hidup, sedangkan ibadah Qurban dianjurkan tiap tahun" bahkan wajib bagi punya kemampuan," ujar Ustaz Agusri yang juga Pengurus Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh ini.

Imam Masjid Al-Wustha Perumnas Jeulingke ini menyebutkan, kewajiban untuk melaksanakan ibadah Haji satu kali saja seumur hidup berdasarkan hadits Rasulullah SAW, jika lebih dari itu maka dihitung amalan sunat.

Namun kita menyaksikan hari ini umat Islam berbondong-bondong untuk mengunjungi Baitullah dan setiap orang berharap memiliki kesempatan melaksanakan ibadah haji bahkan yang telah berhaji pun ingin melaksanakannya lagi. Ini bukti kekuasaan Allah bahwa Baitullah tempat penuh berkah.

"Berbahagialah bagi orang-orang yang mendapat panggilan Allah untuk beribadah di sana semoga mereka mendapat ampunan Allah, memperoleh apa yang pernah disampaikan oleh Rasulullah "Barang siapa berhaji ke Baitullah karena Allah tanpa berkata keji (tanpa berkata kotor) dan tanpa berbuat kefasikan (selama Ihram), maka dia pulang (tanpa dosa) bagaikan bayi yang baru lahir," jelasnya.

Sementara terkait perintah Qurban, Rasulullah bersabda, "Barang siapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berqurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami". 
"
Para ulama menyebutkan, sebaik-baik sadaqah adalah sadaqah Qurban karena ia sunat yang sangat ditekankan dan hampir mencapai derajat wajib. Waktu berqurban juga lebih singkat hanya tiga - empat hari saja.

"Alumnus Universitas Islam Omdurman, Sudan ini menambahkan, ibadah Qurban cerminan dari keikhlasan dan ketulusan hati untuk bersyukur kepada Allah dengan berbagi sesama dan membantu orang fakir dan miskin, dan ini juga wujud dari mencintai syiar Allah yang timbul dari hati yang taqwa.

"Berbeda dengan ibadah haji, ibadah Qurban dianjurkan tiap tahun bagi yang memiliki kelapangan, dan bukan hanya waktu yang sangat terbatas menjadi salah satu keistimewaan ibadah Qurban namun juga dari kacamata sejarah ibadah qurban lebih dahulu dari ibadah Haji." 

"Nabi Ibrahim  menyembelih hewan setiap tahun sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah bahkan rela menyembelih anaknya ketika diperintahkan oleh Allah. Setelah ujian itu mampu beliau lewati Allah perintahkan untuk membangun Ka'bah dan baru kemudian Nabi Ibrahim meminta kepada Allah untuk diajarkan cara melaksanakan rangkaian ibadah haji di sana," ungkapnya. [KWPSI]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info