Rabu, 20-09-2017
Follow Us:
Rilis
Politik | 29/08/2017
Aceh Media
BANDA ACEH - Anggota DPD RI Perwakilan Aceh Ghazali Abbas Adan membantah dengan tegas semua pernyataan Tim Rakan Setia (TRS) Pidie yang dialamatkan kepada dirinya. Pasalnya apa yang diutarakan itu tidak mendasar dan tidak sesuai dengan kenyataannya.

Bantahan tersebut disampaikan oleh Ghazali Abbas Adan kepada wartawan, Senin (28/8/2017), menanggapi maraknya pemberitaan di media massa yang menuding dirinya ingkar janji, tidak berkontribusi terhadap pembangunan Pidie dan mengkhianati TRS. 

Menurutnya, gerakan Zulkifli HM Juned dan segelintir teman akrabnya dengan mengatasnamakan Relawan Pidie berupaya melakukan pembunuhan karakter terhadap dirinya.

"Untuk diketahui bersama persoalan pokoknya hanya pada dua hal, yang pertama adalah ganti rugi yang diminta Zulkifli HM Juned terkait hasil Pilkada Pidie 2012, di mana saya berpasangan dengannya sebagai Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Pidie."

"Dan yang kedua adalah tidak masuknya Zulkifli HM Juned sebagai staf ahli saya di DPD RI. Itu saja persoalannya," ungkap Ghazali Abbas Adan.

Untuk hal pertama, Ghazali Abbas menjelaskan bahwa dalam proses pemilihan Calon Wakil Bupati dalam Pilkada Pidie 2012, ada beberapa nama yang diusulkan oleh Tim Rakan Setia (TRS) untuk mendampingi dirinya. Akan tetapi Ketua TRS Pidie ketika itu Tgk H Zulkifli Thaib mengusulkan nama Zulkifli HM Juned sebagai Calon Wakil Bupati.

"Ketika itu saya tidak menolak. Saya hanya katakan dengan ketentuan dan kesepakatan dia harus menanggung semua biaya pilkada. Dan ini diamini oleh beberapa TRS yang lain. Ternyata Ketua TRS Pidie yang mengusul namanya itu juga tidak menolak dengan ketentuan yang disampaikan tersebut. Dan sekiranya tidak ada persetujuan dari Ketua TRS kala itu yang menyodorkan nama dia sebagai Cawabup agar semua biaya dibebankan kepada Cawabup, sudah pasti saya menolaknya," kenang Ghazali Abbas.

Ghazali kembali menegaskan bahwa kala itu tidak ada pembicaraan, ketentuan dan kesepakatan, baik lisan maupun tulisan yang menyatakan bahwa biaya sebagai peserta pilkada ditanggung bersama. Singkat kata pasangan ini kalah dalam pilkada tersebut.

"Pasca kekalahan itu, tidak terungkap dari pribadi Zulkifli HM Juned bahwa saya harus mengganti segala kerugian dia karena pilkada. Tetapi kenapa baru sekarang munculnya," tegas Ghazali Abbas.

Sedangkan yang kedua, kata politikus senior ini adalah pasca penetapan Staf Ahli di DPD RI di mana nama Zulkifli HM Juned tidak termasuk di dalamnya. Beberapa temannya meminta Ghazali untuk mengganti staf ahli yang sudah ditetapkan Sekretariat Jenderal DPD RI dan memasukkan nama Zulkifli HM Juned.

"Tentu saja permintaan itu saya tolak karena sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Kesekjenan DPD RI, dia tidak memenuhi syarat untuk itu," jelas Ghazali Abbas.

Mantan Wakil Komite IV DPD RI ini menilai penolakannya terhadap keinginan Zulkifli HM Juned sebagai staf ahli merupakan akumulasi bola salju yang dengan berbagai cara digelindingkan melalui beberapa teman dekatnya.

"Ketika ada pernyataan dari mereka bahwa saya tidak mau menerima kawan-kawannya, itu merupakan bohong besar. Saya pernah meminta mereka datang ke rumah kemanakan saya di Sigli, tetapi tidak ditanggapi. Terakhir bulan lalu saya juga meminta mereka datang untuk tukar-tukar pikiran di daerah Ulee Kareng, juga mereka tidak mau datang. Kalau sudah seperti ini, siapa yang harus disalahkan," tanya Ghazali.

Ghazali Abbas juga mengungkapkan khusus soal ganti rugi sudah pernah disampaikan kepada mereka melalui relawannya di Sigli. Dan jika mereka merasakan itu kewajiban yang harus dilunasi karena merupakan utang, maka Ghazali mempersilakan mereka untuk melapor dirinya kepada aparat penegak hukum. Tidak perlu mengisahkan ingkar janji, hal demikian biar masyarakat Aceh yang menilai.
 
Mantan Abang Jakarta ini menambahkan dirinya kembali ke Senayan setelah 1992-2004 sebagai anggota MPR/DPR RI wakil Aceh, karena mendapat dukungan luas dari masyarakat. Bukan semata-mata dukungan segelintir mereka itu, yang merasa dirinya masih memiliki utang dan belum melakukan ganti rugi serta bos mereka tidak termasuk dalam staf ahli di DPD RI.

"Inilah sejatinya sebab musabbab adanya gerakan Zulkifli HM Juned dan beberapa orang kawan dekatnya, yang mengatasnamakan masyarakat Pidie dengan bermacam modus operandinya melakukan pembunuhan karakter terhadap diri saya," tutup Ghazali Abbas Adan. [Rilis]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info