Rabu, 20-09-2017
Follow Us:
Baihaqi Jbir
Nanggroe | 22/08/2017
Aceh Media
BANDA ACEH - Sebanyak 14 tenaga guru dan pegawai di Sekolah Menengah Kejuaran Pembangunan Pertanian (SMK PP) Kutacane melakukan mogok mengajar dan bekerja.

Informasi yang diterima Rakyat Aceh, mogok sejak Senin lalu itu dikarena kepala sekolah (kepsek) Muhammad Aminullah tidak transparan dalam mengelola berbagai dana sekolah termasuk dana BOS dan kegiatan proyek pembangunan gedung boarding school.

Bahkan, para guru dan pegawai yang mogok itu mempengaruhi siswa siswi untuk tidak masuk belajar, agar permintaan para guru dan pegawai itu dipenuhi pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh.

Menyikapi hal itu, Maswadi, SP, M.Pd, Koordinator, Pembina dan Pengawas SMK PP se-Aceh, Distanbun Aceh saat berbincang-bincang mengatakan, pihaknya sudah melakukan monitoring ke SMK PP se-Aceh yang diawasinya seperti SMK PP Saree Aceh Besar, Bireuen termasuk SMK PP Kutacane, bahwa kepala sekolah masih layak dan cakap.

"Kalau itu tidak layak lagi silahkan diganti, tetapi sejauh kami monitor, ketiga ini (kepsek SMK PP Saree, Bireuen dan Kutacane) masih layak dan cakap. Sehingga kita pertahankan," katanya, Ahad (20/8).

Ia mengatakan, sangat menyayangkan tindakan guru yang mogok mengajar. Apalagi, kata Maswadi, ada guru yang mempengaruhi siswa untuk mogok. Hal ini dapat merusak sistem pendidikan dan mengorbankan siswa.

"Kami menyesalkan ini dan sangat merugikan siswa. Seharusnya, dimana ada keliru dijelaskan, diluruskan. Tetapi mereka yang di Kutacane karena ada misi-misi untuk menjadi kepala sekolah tidak menghiraukan hal itu. Malah mengajak siswa untuk tidak masuk," ungkap Maswadi.

Katanya, sebanyak 14 guru dan pegawai yang PNS itu yang mogok di sekolah tersebut, dipastikan mendapat sanksi terkait kedisiplinan, karena sudah merugikan siswa dan tidak melaksanakan tugas pokonya sebagai guru.

Terkait proyek-proyek di sekolah, katanya, telah dikelola sekolah dan diawasi oleh komite sekolah dan bukan dibagi-bagikan kepada guru-guru maupun staf.

"Guru-guru dan staf itu tugas dan fungsinya adalah mengajar dan menjalankan proses kependidikan di sekolah, bukan main proyek," ujarnya.

Dia juga menyesalkan ajakan guru terhadap murid untuk mogok sekolah. "Ini kan rugi sekolah, rugi siswa. Seharusnya ini kita pecahkan terus persoalan ini, siswa jangan tidak belajar, agar siswa tidak dirugikan," katanya.

Maswadi mengimbau kepada staf, guru-guru PNS dan non PNS atau kontrak di SMK PP Kutacane, untuk masuk mengajar dan bekerja. "Jangan melalaikan tugas yang bisa mengakibatkan kerugian siswa. Karena, akan kena sanksi disiplin PNS kalau tidak melaksanakan tugas yang sudah diembankan," ujarnya.

Katanya, persoalan yang terjadi di SMK PP dimaksud, semata karena perebutan jabatan kepala sekolah. Karena sudah sebanyak 3 guru PNS di sekolah ini telah mengajukan diri dengan mengirimkan surat permohonan ke Distanbun Aceh untuk menjadi kepala sekolah.

Mereka yang mengajukan diri diantaranya, Rustam Efendi, SP, MPd MSi, Marfi, SP dan Ir. Siti Arifah. Tindak lanjut yang dilakukan Distanbun Aceh yakni akan memberikan solusi dengan turun ke lapangan dalam waktu dekat.

"Kami selaku mewakili dinas dari provinsi yang ditugaskan dalam Surat Keputusan (SK) dan saya selaku koordinator pembina dan pengawas SMK PP se-Aceh ingin memberi solusi kepada mereka. Dalam minggu ini kami akan ke Kutacane,” ujarnya.

Katanya, pergantian kepala sekolah ada mekanismenya, apalagi saat ini sedang menunggu pertanggungjawaban terhadap pekerjaan-pekerjaan yang dibebankan di anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dan anggaran pendidikan.

Karena target dari gubernur Aceh, katanya, kegiatan fisik dan keuangan harus terealisasi akhir bulan oktober tahun ini.

Sementara itu, Muhammad Aminullah yang dihubungi mengatakan untuk mengatasi guru mogok itu, dirinya meminta mantan guru yang bertugas di sekolah lain maupun di instansi pemerintah untuk mengajar di SMK PP.

"Saya meminta bantuan dari mantan guru untuk mengajar agar proses belajar tetap ada. Dan permasalah guru mogok sudah saya sampaikan ke provinsi (Distanbun dan Disdik)," katanya. [Baihaqi Jbir]

Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info