Rabu, 20-09-2017
Follow Us:
Suprian
Travel | 17/08/2017
Aceh Media
BLANGPIDIE - Seorang nenek berumur 72 tahun di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, ikut mendaki gunung bersama-sama ratusan warga demi menyaksikan pengibaran bendera merah putih raksasa. 

"Saya mendaki gunung ini atas kerelaan hati saya sendiri untuk melihat pengibaran bendera merah putih di atas bukit," kata Irawati (72) warga Desa Meurandeh, Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya.

Wanita tua itu menaiki puncak gunung Lembah Sabil, Aceh Barat Daya, Minggu (13/8/2017) lalu. Nenek Irawati mendaki gunung dengan ketinggian 450 meter dari permukaan air laut (dpl), khusus untuk menyaksikan acara pengibaran bendera merah putih raksasa.

Pengibaran bendera merah putih berukuran 10 x 25 meter di atas puncak Gunung Batee Lee, Lembah Sabil, tersebut dilaksanakan oleh pemuda dan masyarakat Desa Meurandeh dalam rangka untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. 

"Umur saya sudah mencapai 72 tahun juga sekarang. Menurut dibilang oleh orang tua saya dulu. Saya lahir pada tahun 1945, tanggal dan bulannya tidak ingat lagi," kata Irawati, sambil tersenyum saat melakukan pendakian. 

Meskipun tubuhnya bermandi keringat, Irawati yang terlihat sudah membungkuk menggunakan tongkat dari kayu terus mengayunkan langkah kakinya mendaki gunung Lembah Sabil demi menuju tempat acara pengibaran bendera merah putih raksasa.

Mendaki gunung Lembah Sabil itu bukanlah perkara mudah bagi mereka berusia lanjut. Banyak warga usia muda yang ikut dalam rombongan terlihat harus beberapa kali istirahat di sepanjang perjalanan.

Setelah selama satu jam melakukan pendakian, dengan jarak tempuh sepanjang tiga kilometer, akhirnya, nenek tersebut bersama masyarakat lainnya tiba di puncak Gunung Batee Lee, yaitu di lokasinya bendera merah putih raksasa dikibarkan.

Danposramil 09/ Lembah Sabil, Kodim 0110 Aceh Barat Daya, Pelda Bakhtiar bersama dengan Danpospol Kecamatan Lembah Sabil Aipda Taufik Rico, yang lebih dulu tiba di lokasi mengaku terkesima melihat antusias masyarakat terutama nenek berusia 72 tahun yang ikut mendaki gunung demi menyaksikan pengibaran bendera. 

"Awalnya ide pengibaran bendera raksasa ini timbul dari perorangan, kemudian menjadi kompak masyarakat desa dalam memeriahkan HUT kemerdekaan RI ini. Jadi, saya betul-betul sangat terkesima melihat antusias warga yang datang,"ujar Pelda Bakhtiar.

Ia mengaku sangat mengapresiasi kepada nenek Irawati dan seluruh pemuda-pemudi khususnya masyarakat Desa Meurandeh. Sebab, warga desa telah begitu bersemangat untuk menyukseskan pengibaran merah putih di puncak gunung untuk memeriahkan HUT kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia berkata, bendera merah putih raksasa yang dijahit langsung oleh warga desa tersebut berhasil dikibarkan oleh ratusan masyarakat, pemuda dan pemudi sekitar pukul 14,00 WIB siang setelah masyarakat melaksanakan ibadah sholat Zuhur.

"Kalau tiangnya dari pohon pinang. Kemudian, proses pengibaran diiringi dengan lagu Indonesia Raya. Semua warga desa yang hadir di puncak gunung ini ikut menyanyikannya,"kata Bakhtiar. [Suprian]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info