Kamis, 17-08-2017
Follow Us:
Marzuki
Nanggroe | 13/08/2017
Aceh Media
SIGLI - Penambang emas di Geumpang, Pidie, menilai, imbauan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pidie, untuk menghentikan aktivitas penambangan akan berpotensi memunculkan konflik baru. 

Hal itu diungkapkan penambang emas M Nasir kepada wartawan, Minggu (13/8/2017). Menurutnya, larangan tersebut sangatlah tidak mendasar. Karena tidak ada satu solusi pun yang ditawarkan kepada masyarakat penambang, sehingga memunculkan multitafsir di balik imbauan itu.

"Seharusnya pemerintah daerah sebelum mengeluarkan maklumat larangan, harus berembuk dulu dengan tokoh masyarakat dan penambang setempat. Dengan demikian akan lahir satu kesepakatan baru dengan para penambang."

Lanjut M Nasir, masyarakat di Geumpang selama ini menggantungkan harapan hanya pada tambang emas. Jika kegiatan tambang ditutup, maka akan berdampak terhadap kerugian secara ekonomi bagi masyarakat setempat.

"Kami tidak setuju jika aktivitas penambangan ditutup, tetapi Pemkab Pidie harus menetapkan Wilayah Usaha Penambangan (WUP), sehingga akan jelas kawasan mana yang bisa ditambang dan mana yang dilarang," sebutnya.

Sebelumnya, Bupati Pidie Roni Ahmad menyebutkan, Pemkab Pidie akan segera menemui para penambang dan menyosialisasikan dampak terhadap penambangan dan mencari solusinya, agar pera penambang tidak kehilangan pencaharian.

"Nanti kita akan menemui para penambang dan masyarakat setempat untuk menyosialisasikan aturan atau himbauan tersebut dan mencari solusi bersama, sehingga masyarakat penambang tidak dirugikan dan pemerintah juga bisa mengawasi aktivitas tersebut," ungkap Bupati Pidie. [Marzuki]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info