Kamis, 17-08-2017
Follow Us:
Rilis
Nanggroe | 03/08/2017
Aceh Media
BANDA ACEH -  Pemerintah Aceh menandatangani kerjasama pengelolaan panas bumi Seulawah Agam antara Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) dan PT Pertamina Geothermal Energy, Senin (31/7/2017.
 
Penandatanganan tersebut dilakukan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Direktur PT. Pertamina Geothermal Energy Irvan Zainuddin, dan Kepala Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), Muhsin.
 
Irwandi Yusuf mengatakan, proyek tersebut sudah ditunggu-tunggu sejak enam tahun lalu. Ia berharap proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu 3.5 tahun atau maksimal 4 tahun ke depan, sehingga krisis energi di Aceh dapat segera tertangani. "Semoga dengan penandatanganan ini gerak maju listrik di Aceh jangan ada kendala lagi," ujar Irwandi.
 
Irwandi mengatakan, masyarakat Aceh sudah sangat lama hidup dalam keterbatasan listrik, sehingga sebagian masyarakat menggelari PLN dengan sebutan "Perusahaan Lilin Negara". "Buruknya listrik di Aceh selama ini juga telah berefek pada terhambatnya berbagai sektor investasi," ujar Irwandi.
 
proyek geothermal ini, kata Irwandi, telah mulai digagas pertama kali sejak  2008. Gagasan itu mendapat sambutan baik dari Pemerintah Jerman, di mana pada 2009 bersedia menghibah dana sebesar 10 juta dolar.
 
Menurut Irwandi, Jerman tergerak menghibah dana sebesar itu karena Pemerintah Aceh saat itu memprakarsai pembangunan berbasis lingkungan yang dinamakan 'Aceh Green'. Namun sayang, proyek tersebut belum sempat terlaksana hingga masa tugasnya sebagai Gubernur Aceh berakhir pada 2012 lalu.
 
Irwandi berharap, dengan dimulainya pemanfaatan energi panas bumi Seulawah tersebut , kebutuhan listrik di Aceh yang saat beban puncaknya mencapai 350 MW, dapat segera dipenuhi. "Dalam pengerjaannya nanti, sumur-sumur yang dibor diharapkan benar-benar dapat mengeluarkan energi panas sebagaimana diharapkan sehingga modal yang terpakai benar-benar tepat guna," ujarnya.
 
Perkiraan sementara, Irwandi menambahkan, panas bumi Seulawah memiliki potensi hingga 165 Mega Watt. "Untuk tahap awal Pertamina dan PDPA akan mencari dulu 55 mega watt," katanya.
 
Irwandi juga berharap, dalam pengerjaannya nanti, energi panas bumi tersebut dapat ditemui pada kedalaman yang standar, sehingga akan membutuhkan modal yang lebih sedikit. Ia mencontohkan seperti di Sabang yang energi panas buminya bisa didapat pada kedalaman 1.200 meter. "Semoga ini juga terjadi di Seulawah. Sehingga tidak lama lagi kita akan menikmati listrik yang cukup," kata Irwandi.
 
Direktur PT. Pertamina Geothermal Energy Irvan Zainuddin mengatakan, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menyelesaikan proyek tersebut dalam tenggat waktu yang telah direncanakan.


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info