Kamis, 27-Juli-2017
Follow Us:
Marzuki
Nanggroe | 15/07/2017
Aceh Media
SIGLI - Pasangan nonmuhrim, Angga Wirayuda dan Herawati, dieksekusi cambuk masing-masing 100 kali di halaman Masjid Agung Al Falah, Sigli, Kabupaten Pidie, Jumat (14/7/2017).

Muhammad Abd SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang memimpin eksekusi cambuk, eksekusi cambuk yang divonis kepada pasangan nonmuhrim Angga Wirayuda dan Herawati karena keduanya terbukti secara sah melakukan hubungan intim (zina) dan melanggar Pasal 33 Ayat (1) Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

"Kepada keduanya, divonis masing-masing 100 kali hukuman cambuk dan dikurangi satu kali,setelah menjalani masa tahanan," katanya.

Lanjut Muhammad, diputuskan 100 kali cambuk karena pasangan nonmuhrim tersebut belum menikah. Keduanya ditangkap masyarakat 1 Juni lalu di kawasan Kecamatan Pidie, kemudian diserahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Pidie untuk diproses secara Syariat Islam.

Amatan acehonline.info di halaman Masjid Al Falah Sigli, usai shalat Jumat, eksekusi yang dijatuhkan kepada pasangan nonmuhrim pelaku zina yang disaksikan ratusan massa, sempat beberapa kali ditunda dan dilanjutkan  kembali. 

Terutama terhadap Herawati wanita lajang berusia 19 tahun tersebut, sangat kesakitan dan beberapa kali tim medis yang telah disiapkan melakukan pemeriksaan kesehatannya. Kemudian dilanjutkan kembali hukuman cambuk hingga mencapai 100 kali.

Demikian pula terhadap Angga Wirayudha, yang algojonya terpaksa diganti sebanyak lima kali, karena kelelahan saat mengeksekusi sebanyak 100 kali cambuk. Di bawah pengawasan tim medis yang disaksikan ratusan orang.

Selain pasangan muda, Jaksa juga mengeksekusi pasangan nonmuhrim lainnya yakni Mahmuddin dan Murniati yang dikategorikan ke dalam pelanggaran ikhtilath yang melanggar Pasal 25 Ayat (1) Qanun Nomor 6 Tahun 2014, masing-masing didera dengan 30 kali cambuk.

Tidak hanya itu, jaksa juga mengeksekusi tujuh penjudi (maisir). Tiap mereka dikenakan hukuman 12 kali cambuk dikurangi satu kali masa tahanan. Mereka bersalah melanggar Pasal 5 dan 18 Qanun Nomor 6 Tahun 2014. [Marzuki]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info