Rabu, 20-09-2017
Follow Us:
Marzuki
Nanggroe | 13/07/2017
Aceh Media
SIGLI - Sejak Senin hingga Selasa (11/7/2017) dua penambang emas tradisional di Kecamatan Geumpang, Pidie, terkubur. Satu tewas dan satu kritis. 

Kedua penambang tersebut adalah warga Desa Lhok Keutapang Kecamatan Tangse, dan Desa Pulo Loih Kecamatan Geumpang, Pidie.

Informasi yang dihimpun acehonline.infoÿdari sejumlah sumber di Geupang menyebutkan, kecelakaan kerja tersebut terjadi pertama kali pada Senin (10/7/2017) sekitar pukul 13.00 WIB yang menimpa Zulfikar (26) penduduk Desa Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse, Pidie, berlokasi di kawasan hutan Alu Rek jalan Geumpang-Meulaboh, Kilometer 18 Desa Bangkeh, Kecamatanÿ Geumpang.

Pada saat itu Zulfikar sedang bekerja menyemprotkan air ke tebing gunung mencari cebakan emas bersama rekannya Erwinsyah. Tiba-tiba tebing longsor dan menimpa korban.

Sesaat mengetahui teman kerjanya tertimbun longsor Erwinsyah langsung mencari pertolongan dari pekerja lain yang berada di sekitar tambang. Untung saja pertolongan datang dengan cepat dan korban pun selamat dan dievakuasi ke Puskesmas Geumpang untuk mendapat pertolongan.

"Karena mengalami luka serius di bagian dalam tubuh, korban akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sigli," sebut Erwinsyah.

Sehari kemudian, Selasa (11/7/2017) menimpa satu pekerja tambang, Arwin (38) penduduk Desa Pulo Loih, Geumpang. Korban tewas di dalam lubang tambang, diduga akibat kehabisan oksigen. Setelah mesin penyuplai oksigen yang berada di permukaan mati karenaÿ kehabisan bahan bakar minyak.

"Pada saat kejadian suasana sedang dalam keadaan hujan. Saat itu korban sedang berada di dalam lubang tambang sedalam kurang lebih 35 meter, sedang menggali bijih emas dengan menggunakan mesin blower untuk penyuplai oksigen," sebut Munazir, seorang pekerja tambang.

Menurutnya, sebelum tewas, korban sempat berusaha naik ke permukaan. Namun tak berhasil karena lubang sedalam 35 meter tersebut, selain sempit dan sangat sulit dilewati. 

Karena suplai oksigen di dalam lubang tambang terhenti akibat mesin blower sebagai penyuplai oksigen yang berada di atas permukaan mati mendadak. Korban diduga meninggal akibat kehabisan oksigen.

"Jika dilihat dari kejadian ini, kemungkinan korban meninggal dunia akibat kehabisan oksigen," ungkap Munazir. [Marzuki]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info