Rabu, 20-09-2017
Follow Us:
Baihaqi Jbir
Nanggroe | 10/07/2017
Aceh Media
ACEH BESAR - Wakil Kepala LIPI, Prof. Dr. Ir. Bambang Subiyanto, M.Sc, berharap Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional yang digelar setiap tahun dapat menciptakan peneliti muda.

"Dengan kegiatan ini dapat menjadi langkah awal remaja dalam rangka belajar menjadi peneliti, sebab Indonesia sangat jauh tertinggal dibanding negara ASEAN dalam menciptakan peneliti baru," ujar Bambang, Senin (10/07/2017).

Hal itu dikatakan dalam sambutan pada acara Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional ke 16 di SMA Modal Bangsa, Aceh Besar yang berlangsung sejak 9-16 Juli 2017 yang diikuti sekitar 650 peserta dari 34 provinsi.

LIPI, kata Bambang, telah melakukan pembinaan tersebut sejak tahun 2001 lalu. Lewat pendidikan pembinaan sejak dini itu, diharapkan nantinya bisa memicu semangat anak untuk menja dipeneliti di Indonesia.

Apalagi, Indonesia hanya mencatat sekitar 9.500 penelitian dari total 250 juta penduduk negeri ini.

Ia mengatakan gelaran perkemahan ilmiah tersebut dilakukan sebagai bentuk pembinaan bagi remaja sebagai didikan agar anak dapat berpikir kritis sehingga nantinya mereka menjadi peneliti yang memiliki dan meningkatkan daya saing bangsa.

"Mari belajar melakukan penelitian dari Aceh. Provinsi ini punya banyak keunggulan khususnya di sektor perikanan, kelautan dan potensi sumber daya laut, agro industri serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana," kata Bambang.

LIPI sejauh ini juga telah menjalin kerjasama dengan banyak pihak termasuk Pemerintah Aceh. Di Sabang Aceh, LIPI membangun stasiun lapangan sebagai bagian dari upaya riset dan perkembangan maritim di Indonesia.

Sementara itu, Sekda Aceh, Drs. Dermawan MM, menyebutkan kemajuan teknologi di berbagai belahan dunia menuntut masyarakat untuk terus berinovasi. Karena itu, penguatan Sumber Daya Manusia harus terus ditingkatkan sehingga generasi mendatang menjadi generasi yang berdaya saing.

"Mari sama-sama kita dorong remaja melalui kegiatan penelitian sehingga semangat berinovasi tertanam dalam hidup mereka," kata Dermawan.

Dermawan menyebutkan, kegiatan-kegiatan serupa perlu didukung pemerintah untuk menanamkan budaya penelitian, guna mendorong lahirnya anak bangsa yang unggul dalam hal penelitian.

Pemerintah Aceh, kata Dermawan, bahkan telah menyediakan sebidang lahan di Sabang, untuk pembangunan stasiun lapangan LIPI, yang dibangun untuk kepentingan riset di bidang kelautan.

Kepada seluruh peserta, Dermawan meminta agar terus mempertajam kemampuan sehingga kelak mampu membawa Indonesia unggul melalui karya-karya yang berinovasi.

"Dengan acara ini bisa mengasah ketajaman berpikir remaja. Apalagi nantinya akan ada pembekalan dasar penelitian dan penelitian lapangan serta mereka juga akan mempresentasikan hasilnya," kata Dermawan.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Laisani, mengatakan gelaran penelitian dan pendidikan tingkat remaja itu, harus dimanfaatkan menjadi ajang pertukaran kebudayaan dan ilmu pengetahuan anak sekolah dari seluruh Indonesia.

"Banyak lokasi yang akan ditinjau. Mereka dapat menggali kebudayaan, kekayaan alam dan keberagaman teknologi yang ada di sini," ujar Laisani.

Laisani berharap, dengan adanya pertemuan tersebut bisa menggali potensi daerah Aceh dan ada temuan-temuan baru yang bermanfaat bagi dunia penelitian di Aceh dan Indonesia. [Baihaqi Jbir]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info