Rabu, 20-09-2017
Follow Us:
Marzuki
Ekonomi | 06/07/2017
Aceh Media
Sejak tahun 1945 hingga 2017, Kabupaten Pidie telah dijabat oleh 20 Bupati. Baru di periode 2012-2017 di bawah kepemimpinan Sarjani Abdullah dan wakilnya M Iriawan, SE, Kabupaten Pidie mulai membuka diri untuk menumbuhkan iklim investasi di berbagai sektor. Dan ini sebagai upaya untuk kemakmuran kabupaten berpenduduk├┐ 443.178 jiwa dan merupakan kedua terpadat di Aceh setelah Aceh Utara. 

Kabupaten Pidie memiliki luas wilayah sekitar 3.082,14 kilometer persegi. Kabupaten Pidie merupakan satu di antara beberapa kawasan strategis di Aceh yang sangat menjanjikan untuk berinvestasi.

Guna mendukung iklim investasi, Pemerintah Kabupaten Pidie telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana, seperti infrastruktur jalan hingga ke pelosok desa. Selain itu, juga dukungan jaringan telekomunikasi yang maksimal. 

Di bidang birokrasi, Pemerintah Kabupaten Pidie juga telah menyiapkan perangkat hukum berupa Qanun Nomor 2 Tahun 2013 tentang pemberian insentif dan pemberian kemudahan penanaman modal. 

Regulasi tersebut digelontorkan untuk memberi kemudahan dan sekaligus merangsang investor untuk berinvestasi di Kabupaten Pidie di berbagai sektor, antara lain, perdagangan, industri, pertambangan, energi dan mineral, pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, dan sektor jasa.

Untuk mendukung regulasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie telah menyiapkan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) sebagai rambu. Sekaligus berbagai informasi strategis yang representatif untuk kawasan investasi bagi investor. Baik yang bergerak di bidang jasa, minning, eksplorasi, dan industri, serta agrobisnis. Karena banyak sekali potensi alam di Pidie yang belum diolah secara maksimal yang patut diolah demi kemakmuran rakyat. 

Tentu semua itu tidak terbentur dengan tata ruang yang terdiri dari pola ruang lindung, pola ruang kawasan budi daya dan pola ruang laut. Semua aset alam Pidie tersebut diharapkan dapat diperbaharui demi kesejahteraan masyarakatnya.

Pertambangan dan Energi
Secara geografis letak Kabupaten Pidie yang berdampingan dengan Pegunungan Bukit Barisan merupakan satu dari sejumlah kawasan penghasil mineral di Sumatera atau bagian dari cincin api. 

Hasil alam tersebut sangat potensial untuk dikelola sebagai kawasan pertambangan yang berwawasan lingkungan. Potensi bahan galian logam di sebagian kawasan Tangse, dan Geumpang sejauh ini masih merupakan indikasi positif yang memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jumlah cadangannya. 

Bahan galian logam yaitu emas, tembaga dan timah hitam serta mineral dan turunannya. Indikasi kuat kandungan bahan galian emas ini terutama diperoleh dari hasil analisis geokimia maupun dari hasil eksplorasi yang pernah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta nasional dan perusahaan penanaman modal asing di Pidie juga terdapat indikasi kuat kandungan mineral jenis molidenium, mangan, kemudian ada fosfat, supertenit, borit, yang belum dieksplorasi sepenuhnya.

Termasuk batu-batuan, batu gamping, batu gip, promium, batu sabak, serta tanah liat dan pasir besi. Di dalam perut bumi Pidie juga terkandung jenis mineral bentonit. 

Berdasarkan perkiraan Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, di Pidie terkandung lebih kurang 40 juta ton bentonit yang siap dipanen untuk kebutuhan industri. Namun sejauh ini belum dimanfaatkan oleh para investor, kecuali satu perusahaan pabrik semen di Kecamatan Muara Tiga dan Batee.

Pemerintah Kabupaten Pidie juga telah membuka diri untuk menyambut investasi dengan memberi kemudahan bagi investor yang telah menetapkan sejumlah zona.

Di antaranya zona pertambangan dan industri serta menetapkan kawasan strategis untuk industri besar dan menengah sebagai parameter kawasan dan tata kelola ruang dan wilayah yang berwawasan lingkungan. Termasuk mempersiapkan perangkat daerah yang memudahkan untuk para investor dalam memperoleh perizinan melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu.

Kabupaten Pidie juga memiliki potensi sumber energi untuk dibangun fasilitas pembangkit listrik, seperti pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Desa Manee, pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Desa Lupue dan Leutong, Pucok Kecamatan Geumpang. 

Serta sejumlah titik potensi panas bumi (geotermal) juga tersedia di kawasan Pidie. seperti di Kecamatan Tangse yang memiliki tiga lapangan geotermal seperti di Alue Canang, Alue Long Beungga dan Tangse. Diperkirakan di tiga lapangan geotermal tersebut mampu menghasilkan tenaga listrik sebesar 250 MW. 

Selain itu di Pidie juga terindikasi tersimpan cadangan energi yang belum tersentuh sama sekali yakni sumber energi hidrokarbon. Bahkan belum dieksplorasi sama sekali.

Pertanian dan Perkebunan
Kabupaten Pidie merupakan satu kawasan agraris di Aceh sebagai lumbung padi dengan hasil panen gabah petani rata-rata 260.762 ton per tahun dengan luas areal tanam 46.267 hektare. 

Dengan melimpahnya hasil panen gabah petani, sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi industri pangan. Meski telah dimiliki 29 industri pangan, pelaku industri lokal masih mengolah hasil pangan secara konvensional, sehingga produksinya sangat terbatas.

Hal itu sangat memungkinkan bagi investor yang bergerak di bidang industri pangan untuk dikembangkan lebih besar. Karena pemerintah Pidie jauh hari sebelumnya telah menyiapkan segala infrastruktur untuk mendukung pembangunan di sektor industri pertanian, dengan menyiapkan jaringan pengairan yang terintegrasi dengan lahan pertanian di setiap kecamatan.

Tidak hanya padi, ada sekitar 500 Hektare lahan produktif budi daya kacang tanah di Kecamatan Manee, kini tengah dikembangkan oleh kelompok petani setempat. 

Kualitas hasil panennya 3,5 ton per hektare, cukup bagus dan berkualitas untuk dikelola secara masif, tentu harus disertai teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan hasil panen dan menjaga kualitas. 

Namun potensi tersebut hingga kini belum dimanfaatkan oleh perusahaan - perusahaan yang bergerak di bidang produksi pangan sehingga hasil panen petani hanya mampu dipasarkan di kawasan lokal. 

Padahal ratusan ton kacang tanah berkualitas tinggi dihasilkan di areal ini. Jagung, palawija, cabe, tomat, bawang merah, hasilnya juga sangat melimpah dan aneka buah-buahan, Namun belum mampu diolah secara modern yang dapat mendongkrak perekonomian rakyat, makanya perlu adanya sentuhan investasi di sektor ini.

Di sektor perkebunan, telah membagi kawasan hutan rakyat dan hutan negara untuk dikembangkan. Khususnya hutan rakyat dengan luas kawasan sekitar 23.782 hektare sangat potensial dikelola seacara intensif. Seperti tanaman kakao (cokelat) yang merupakan salah satu komoditi ekspor andalan sektor perkebunan di Kabupaten Pidie.

Budi daya kakao pada perkebunan rakyat di Pidie rata-rata 500 meter di atas permukaan laut (MDPL) kini mencapai 9.599 hektare lebih dengan produksi rata-rata 700 kilogram per hektare atau setara 6.719 ton per tahun. 

Dengan penghasilan sedemikian sangat potensi untuk pengembangan produksi, dan terbuka peluang bagi investor nasional maupun asing untuk melakukan investasi dengan membangun pabrik-pabrik pengolah kakao untuk dijadikan berbagai macam makanan. 

Selain juga terdapat lahan tanaman kopi di Kecamatan Tangse, Manee dan Geumpang sangat patut mendapat perhatian karena di tiga kawasan tersebut merupakan lahan ideal untuk pembudidayaan tanaman kopi berskala besar dengan tersedianya lahan-lahan produktif yang belum digarap secara optimal, dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan sebagai kawasan agrobisnis.

Perikanan dan Kelautan
Di Pidie terdapat lahan pengembangan perikanan darat dengan luas tambak 3.193,42 hektare. Sektor ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih modern dengan terapan teknologi perikanan, sehingga menghasilkan komoditi perikanan darat yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi, sejauh ini sektor perikanan darat masih minim investasi, dan ruang tersebut sangat terbuka untuk para investor dalam mengembangkan sektor perikanan darat.

Untuk mendukung minapolitan tentu sektor perikanan laut, juga menjadi salah satu andalan sektor kelautan, maka itu perlu adanya peningkatan dukungan pelabuhan bongkar muat ikan yang ada di lima tempat pendaratan ikan (TPI), Kuala Pasie Peukan Baro, Muara Tiga, Batee, Simapng Tiga dan Kembang Tanjong, kini baru ada 42 kapal penangkap ikan samudra nelayan setempat yang beroperasi. 

Untuk membangun industri kelautan pemerintah Pidie membuka pelang investasi di sektor ini karena di perairan Pidie (Aceh) terdapat jenis ikan berkualitas ekspor, seperti tuna, cakalang, merlin, tenggiri dan udang.

Peternakan
Di Pidie sektor peternakan, seperti ternak sapi, kerbau, sangat menjanjikan untuk dikembangkan secara besar-besaran, seperti di Kecamatan Padang Tiji dan Muara Tiga, karena di kawasan tersebut terdapat ratusan hamparan lahan yang masih sangat luas dan sangat memungkinkan dijadikan industri peternakan. Karena di Pidie baru 1.232 ekor ternak sapi dan kerbau di daerah ini. 

Berdasarkan amatan seorang peternak sapi asal Australia yang berkunjung ke Pidie tahun 2014 lalu, Angus Lowson asal Goohdiwindi, Australia, menyebutkan potensi pengembangan ternak sapi di Pidie cukup menjanjikan dan sangat cocok iklimnya sama seperti di daerah tempat tinggalnya dan tanahnya juga sangat subur. 

Merujuk dari penyataan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pidie, telah membuka kran bagi investor nasional maupun asing untuk berinvestasi di sektor industri peternakan. Jika saja sektor peternakan tersebut mampu dikembangkan, kemungkinan bisa memenuhi kebutuhan daging nasional yang selama ini masih tergantung dari daging impor.

Pariwisata
Pidie juga memiliki keindahan alam yang tidak kalah dengan kawasan lain di Indonesia bahkan di luar negeri sekalipun, dan sangat mungkin dikunjungi bagi wisatawan lokal maupun asing untuk menyaksikan pesona alam yang sangat indah. 

Seperti air terjun, kolam air panas, dan situs bersejarah. Selain itu bagi para adventure, cukup ideal untuk memicu adrenalin dengan menjajaki potensi arung jeram di kawasan Tangse dan Geumpang.

Selain sejumlah wisata kuliner dan wisata religi, juga pantai yang kini belum dikembangkan sepenuhnya. Khusus wisata pantai, dengan panjang 122 kilometer garis pantai, sangat ideal direklamasi untuk wisata bahari dan sektor jasanya seperti pembangunan resor dengan sentuhan modernisasi tentu akan berdampak positif bagi sektor jasa pariwisata, 

Pemkab Pidie welcome bagi investor di sektor ini dan siap menanti investor. [Marzuki]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info