Kamis, 17-08-2017
Follow Us:
B Jbir
Nanggroe | 02/06/2017
Aceh Media
BANDA ACEH - Surat Keputusan yang dikeluarkan DPP REI (Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia) kepada kepengurusan REI Aceh dinilai ilegal dan membuat REI Aceh terjadi percekcokan antar anggota.

Bahkan organisasi pengusaha perumahan itu itu memecat 22 pengurus REI Aceh hasil Musda ke VI REI Aceh April 2016 lalu dengan mengeluarkan SK Pengurus REI Aceh 12 April 2017.

"Saya kesal dan kecewa dengan SK DPP REI itu yang mengesahkan Ketua REI Aceh tanpa pleno lengkap anggota," ujar Effendi, sesepuh REI Aceh, di sela-sela buka puasa bersama di Banda Aceh, Kamis (1/6/2017).

Semestinya, pergantian ketua harus sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).

"Jika ketua mengundurkan diri, maka harus digelar Musdalub, tetapi jika berhalangan karena mendapat jabatan baru di DPP seperti saat ini, maka harus ada caretaker untuk melaksanakan pleno pemilihan ketua baru," katanya.

Perebutan kursi nomor satu REI Aceh terjadi ketika Ketua REI Aceh, Zulfikar Syahabuddin, yang terpilih pada Musda REI Aceh ke VI pertengahan April 2016 mengundurkan diri karena mencalonkan diri maju pada Pilkada Walikota Banda Aceh.

Lalu, dengan inisiatif Zulfikar menunjuk Rahmat Yadi yang menjabat sebagai Wakil Ketua untuk menjabat Plt Ketua REI Aceh sekaligus melakukan persiapan Musdalub.

Namun, Musdalub tidak jadi dilaksanakan karena Rahmat Yadi diminta untuk mengisi jabatan Wakil Sekjen DPP REI pada Musna REI di Bali.

Dengan kekosongan Ketua REI Aceh, maka beberapa pengurus REI Hasil Musda ke VI mengelar pertemuan tertutup untuk mengisi jabatan ketua yang kosong dan hasilnya 12 April 2017, DPP REI mengeluarkan SK REI Aceh yang dipimpin Muhammad Noval yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Sekretaris REI Aceh hasil Musda.

"Kami tidak memasalahan SK itu, namun aturan AD/ART yang dihilangkan untuk mencapai tujuan segelintir orang," kata ia.

Ia juga sangat kesal terhadap Rahmat Yadi. Semestinya Rahmat Yadi dapat melihat prosedur yang dilakukan Noval Cs, namun hal itu tidak dilakukan. [B Jbir]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info