Selasa, 27-Juni-2017
Follow Us:
Marzuki
Ekonomi | 25/05/2017
Aceh Media
SIGLI - Harga daging meugang di Kabupaten Pidie, pada pagi mencapai puncaknya Rp180 ribu per kilogram, Kamis (25/5/2017). Namun setelah siang harga tersebut turun menjadi Rp160 per kilogram. Fluktuasi harga daging di Pidie dipengaruhi oleh banyak tidaknya ternak yang disembelih.

Amatan acehonline.info di Pasar Sigli, Pidie, dua ratus lebih pedagang musiman menjajakan daging sapi dan kerbau kepada masyarakat setempat. Namun harganya terbilang mahal sekilonya jika dibandingkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp80 ribu per kilogram seperti yang telah ditetapkan pemerintah.

Namun harga tersebut tidak bisa dijadikan patokan, karena makan daging  menjelang bulan suci Ramadhan merupakan tradisi turun-temurun di Aceh. Sehingga harga jual ternak sapi dan kerbau menjadi mahal dari hari biasanya, dan turut mempengaruhi harga jual daging di pasaran.

"Kita terpaksa menjual daging agak mahal karena harga sapi dan kerbau juga mahal. Kalau harga daging yang kami jual seperti harga ketetapan pemerintah, maka kami akan merugi," kata salah satu pedagang yang ditemui acehonline.info di Pasar Sigli.

Berdasarkan perkiraan para pedagang daging, harga sapi ukuran sedang mencapai Rp14 juta seekor, dan daging yang diperoleh hanya mencapai 80 hingga 90 kilogram. Terpaksa pedagang menjual daging Rp180 ribu kilogram, jika tidak mau merugi.

Sementara, di Pidie diperkirakan ada sedikitnya 41.142 keluarga kurang mampu yang mendiami 23 Kecamatan dan 730 Desa. 

Pada saat tradisi meugang ini, mereka kepayahan untuk membeli daging dan terpaksa membeli daging ayam atau bebek, karena harganya relatif terjangkau sekitar Rp40 ribu kilogram. [Marzuki]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info