Jumat, 20-Oktober-2017
Follow Us:
Rilis
Politik | 21/05/2017
Aceh Media
BANDA ACEH -  Tunggakan utang yang dimiliki Bupati/Wakil Bupati terpilih Gayo Lues, Muhammad Amru-Said Sani yang masih tersisa diminta agar menyelesaikan persoalan itu ke daerah untuk memulih kerugian.
 
Hal itu disebutkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Aceh melalui surat yang diterima media, Minggu (21/5/2017) dan ditandatangani oleh Kepala Perwakilan BPK Aceh Isman Rudy.
 
Dalam surat tersebut, BPK Perwakilan Aceh menemukan terdapat kerugian daerah yang dimiliki oleh Muhammad Amru yang waktu itu menjabat sebagai ketua DPRK Gayo Lues senilai Rp 124,5 juta yang merupakan TGR tahun 2010 dengan status kerugian, dalam proses penetapan oleh tim penyelesaian kerugian daerah (TPKD) Kabupaten Gayo Lues dan TGR Tahun 2008 dan 2007 dengan status informasi dari hasil pemeriksaan BPK.
 
Tapi M Amru telah melakukan pemulihan kerugian daerah itu senilai Rp 61,8 Juta. Sehingga masih terdapat sisa yang belum dipulihkan senilai Rp 62,6 juta. Sementara Said Sani, senilai Rp 58 juta dan telah dilakukan pemulihan senilai Rp 29,3 juta sehingga sisa yang belum dipulihkan senilai Rp 28,7 juta.
 
Atas persoalan tersebut, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 38/2016 tentang tata cara tuntutan ganti kerugian Negara/Daerah terhadap pegawai Negeri bukan Bendahara atau pejabat lain agar diselesaikan ke daerah.
 
"Agar mengomunikasikan dengan Majelis Pertimbangan Penyelesaian Kerugian Negara/Daerah Kabupaten Gayo Lues untuk memulihkan kerugian daerah dimaksud," tulis surat yang bernomor 121/S/XVIII.BAC/04/2017.
 
Isi surat tersebut juga membantah isu yang dihembus oleh salah satu LSM di Gayo Lues dan kuasa hukum pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues, Abd Rasyad dan Rajab Marwan, Imran Mahfudi yang menyebutkan total utang Muhammad Amru senilai Rp 475 juta dan Said Sani senilai Rp 337 juta.
 
Sementara itu, Muhammad Amru mengatakan, sebelumnya ia juga telah mengklarifikasi ke BPK Perwakilan Aceh bahwa dirinya tidak pernah memiliki utang kepada daerah seperti yang dituduhkan.
 
Ia menjelaskan, ia pernah diberi tahu secara lisan oleh Sekwan Gayo Lues bahwa ada temuan BPK terkait dengan tunjangan komunikasi intensif (TKI) dewan pada tahun 2007 sekitar Rp 60 juta. 

Namun, kata dia, telah dikembalikan secara bertahap. Sementara sisanya yang belum dipulihkan sebesar Rp 62,6 juta berasal dari biaya operasional pimpinan DPRK Gayo Lues tahun 2007.
 
Tapi dana itu, lanjutnya, sesuai dengan Permendagri Nomor 21/2007 Bab III Pasal 9 hingga 13 disebutkan bahwa Belanja Penunjang Operasional (BPO) dewan di anggarkan dan dipertanggung jawabkan oleh Sekwan dan dicairkan setiap bulan apa bila laporan penggunaannya telah diterima sekwan.
 
"Artinya sekwan tidak boleh memberikan dana BPO pimpinan dewan bila laporan penggunaan bulan sebelumnya belum diterima sekwan (Ini termaktup di pasal 12 ayat 3 )," katanya.
 
Kata Amru, ia menyesalkan tudingan yang ditujukan kepada dirinya dan wakilnya Said Sani terkait persoalan hutang tersebut. Menurutnya, temuan BPK belum bisa dikatakan bahwa seseorang tersebut telah berhutang kepada Negara tanpa melalui peradilan atau kesepakatan antara pihak yang menjadi subjek temuan BPK dengan Pihak MP TPTGR yang diketuai oleh Sekda setempat.
 
"Jadi sangat naif bagi kami yang disebut sebut berhutang kepada Negara serta memalsukan surat. Kami merasa persoalan ini sangat dipolitisir dan sangat merugikan kami sebagai calon Bupati Gayo Lues," ujarnya

Di pihak lain pasangan Amru-Sani dalam pilkada ulang di 5 TPS, Rabu (17/5) menang telak dan hasil ini,  kata Ketua KIP Aceh Ridwan Hadi segera dilaporkan ke MK dan kemudian ditetapkan sebagai pemenang atau Bupati/Wakil Bupati Gayo Lues terpilih.

Sementara itu, Said Muktar selaku tim advokasi pasangan Amru dan Said Sani menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat khususnya kepada warga yang berada di lima TPS yang melalukan pemilihan ulang.

"Di mana  secara fair telah menentukan pilihannya kepada Amru-Said Sani dan kepada semua tim pasangan calon dia minta kembali bersatu untuk bangun Gayo Lues," kata dia. [Rilis]


Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info