Kamis, 17-08-2017
Follow Us:
Marzuki
Nanggroe | 16/05/2017
Aceh Media
SIGLI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie menahan dua pelaku yang terlibat dalam tindak pidana korupsi (tipikor) pembangunan permukiman dan infrastruktur kawasan transmigrasi tahun 2012 di Kecamatan Geumpang Pidie, Ir. Jamaluddin dan Nurizal, ST setelah turun putusan dari Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia. 

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie melakukan Kasasi ke MA setelah Pengadilan Tipikor Banda Aceh memvonis bebas para pelakunya.

Kepala Kejaksaan Negeri Pidie, Efendi, SH, Selasa (16/5/2017) menyebutkan, sebenarnya kasus tipikor melibatkan empat pelaku yakni, Ir. Jamaluddin, Suryadi, ST, Muzamir Ahmad, SE dan Nurizal.ST. 

Namun Kejari Pidie baru mengeksekusi dua pelakunya saja yakni Ir. Jamaluddin dan Nurizal.ST. Sedangkan Suryadi selaku Site Menejer PT. Syakura hingga kini belum diketahui keberadaannya, sementara Muzamir Ahmad, SE Direktur PT Syakura belum turun putusan dari MA.

Efendi mengurai, pada awalnya indikasi tindak pidana korupsi berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Aceh yang menyatakan Negara dirugikan sekitar Rp 503,4 Juta dari total dana yang bersumber dari APBN 2012 senilai Rp 5,2 Miliar. 

Namun dalam persidangan Pengadilan Tipikor Banda Aceh, menjatuhkan vonis bebas kepada empat terdakwa tersebut, dengan amar putusan nomor 40/Pid.Sus-TPK/2015/PN.Bna tanggal 23 Maret 2016. 

Kemudian JPU Kejari Pidie melakukan kasasi ke MA atas putusan PN Tipikor Banda Aceh.

"Karena JPU berkeyakinan ke-empat terdakwa tersebut terlibat secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dana pembangunan permukiman dan infrastruktur kawasan transmigrasi yang bersumber dari dana APBN tahun 2012 senila Rp 5,2 Miliar, maka dilakukan upaya kasasi ke MA," katanya.

Dilanjutkan Efendi, kasasi yang dilakukan JPU akhirnya dikabulkan MA dengan nomor 1688 k/PID.SUS/2016 tanggal 21 Februari 2017 tersebut menjatuhkan vonis hukuman kepada amsing-masing pelaku, yakni Ir.Jamaluddin selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pidie saat itu, dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 200 Juta.

Demikian pula terhadap Nurizal.ST selaku wakil Direktur 1 CV. Penamas Architect Design, dengan hukuman 5 tahun penjara serta denda Rp 200 Juta, sesuai putusan MA nomor 1915 k/PID.SUS/2016 tanggal 21 Februari 2017.

"Kini Ir, Jamaluddin ditahan di Lembaga Pemasyarakatan, kelas II A Banda Aceh, sedangkan Murizal, ST ditahan di Rumah Tahanan kelas II B Sigli," katanya.

Khusus bagi Suryadi, ST, kata Efendi, yang kini belum diketahui keberadaannya, pihak Kejari Pidie kini tengah melakukan upaya pendekatan persuasif selama empat puluh hari ke depan. Sedangkan Muzamir Ahmad, SE hanya menunggu turunnya putusan dari MA.

"Ke-empat terpidana tersebut terjerat pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo pasal 18 Undang Undang Republik Indonesia ÿÿnomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang Undang Republik Indonesia ÿnomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat 1 ke -1 KUHP," ungkap Efendi SH. [Marzuki]


Anda Pengunjung: Anda Pengunjung: Anda Pengunjung:
Alamat Redaksi: Jalan Sultan Iskandar Muda 3A Banda Aceh, Provinsi Aceh :: Email: redaksi@acehonline.info