Beranda Politik Survei LKPI: Elektabilitas Prabowo-Sandi Kalahkan Jokowi-Maruf Amin

Survei LKPI: Elektabilitas Prabowo-Sandi Kalahkan Jokowi-Maruf Amin

BERBAGI
Tim Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) saat memaparkan hasil survei terhadap pasangan capres dan cawapres peserta Pemilu 2019 di Jakarta, Jumat (5/4). Foto Dok LKPI

JAKARTA – Hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) menyebutkan bahwa elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi mampu mengalahkan pasangan Jokowi-Maruf Amin pada pemilihan presiden 17 April mendatang.

“Tingkat elektabilitas pasangan Joko Widodo-Maruf Amin hanya berkisar 40,9 persen dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 58,1 persen dan tidak memilih 1 persen,” ujar Direktur Eksekutif LKPI Tubagus Alvin dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Jumat (5/4).

Survei dilaksanakan 20 Maret hingga 3 April lalu. Penemuan hasil survei ini juga dipaparkan dalam jumpa pers dengan tema menguji pilihan masyarakat indonesia terhadap capres-cawapres pada Pilpres 2019.

Survei LKPI melibatkan 2.426 responden dengan margin of error dari ukuran sampel tersebut sebesar kurang lebih 1.99 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden terpilih, diwawancarai lewat tatap muka oleh surveyor yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 35 persen dari total sampel oleh penyelia surveyor dengan kembali mendatangi responden terpilih

Alvin mengatakan banyak faktor yang menyebabkan merosotnya tingkat keterpilihan Joko Widodo-Maruf Amin, diantaranya soal arah negara di bawah kepemimpinan Jokowi.

Hasil survei LKPI, kata Alvin, sebanyak 58,1 persen masyarakat berpendapat bahwa Indonesia saat ini sedang berjalan ke arah yang salah seperti , bertambahnya utang negara.

Kemudian, tingginya tingkat Korupsi yang kian merajalela, mempermudah masuknya tenaga kerja asing di Indonesia serta maraknya jual beli jabatan di pemerintahan dari tingkat desa sampai ke tingkat pusat.

“Menurunnya tingkat pendapatan dan perekonomian keluarga yang sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia sebesar 85,5 persen selama kurun waktu empat tahun terakhir juga menjadi alasan masyarakat tidak percaya lagi dengan Jokowi,” tandasnya.

Tak hanya itu, kata dia, ketidakpuasan masyarakat dalam keadaan negara saat ini menyangkut berkembangnya ideologi khilafah yang sangat meningkat, sehingga mengancam ideologi Pancasila dan suburnya politik identitas dalam kehidupan sosial Politik.

“Hal ini tercermin dari temuan survei sebanyak 79,1 persen sehingga mengakibatkan ketidakpuasan masyarakat mencapai 65,6 persen,” tutur Tubagus Alvin.

Di sisi lain, Alvin juga mengungkapkan sumber perolehan dana dalam melakukan survei. Sebab, sebelumnya belum ada lembaga survei yang menjelaskan dari mana dana penelitian didapat.

“Yang pertama, dana didapat dari sumbangan donatur yang terdiri dari pengusaha-pengusaha yang tidak ingin disebutkan namanya. Yang kedua, dana dari LKPI sendiri,” katanya.

Menurut Tubagus Alvin, para pengusaha menginginkan survei yang independen untuk menentukan kebijakan usahanya di tanah air.

“Ini juga penting bagi mereka untuk mengambil kebijakan terkait investasinya di Indonesia,” pungkas Tubagus Alvin. ***

Sumber: Rilis Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI)

BERBAGI