Beranda Nanggroe OPD KB Manokwari Studi Banding ke BKKBN Aceh

OPD KB Manokwari Studi Banding ke BKKBN Aceh

BERBAGI
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Sahidal Kastri

BANDA ACEH – Keberhasilan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Aceh menjadi sorotan serta rujukan provinsi lain di Indonesia.

Apalagi setelah pemerintah pusat membuat program Kampung KB dan Aceh kini sudah memiliki 584 Kampung KB (satu Kampung KB Mandiri di Langsa) yang tersebar di 23 Kab/Kota.

Belum lama, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB Kota Bandung, Jawa Barat, melakukan studi banding ke Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh pada 3 April 2019 lalu. Kemudian OPD KB Kabupaten Manokwari, Papua Barat juga melakukan hal yang sama, dari 23-27 April.

Rombongan OPD KB Manokwari dipimpin langsung Plt Kepala Dinas Administrasi Kependudukan Pencatatan Sipil, Pengendalian Penduduk dan KB Manokwari, Papua Barat, Roberth RA Rumbekwan.

Turut mendampingi Kabid Dalduk (Pengendalian Penduduk) dan Adpin (Advokasi, Penggerakan, dan Infomaso) Ria Maria Come, Kasi Pemetaan dan  Dalduk, P. Lumban Gaol, Kasi ADPIN, Agnes Momo, Kasi Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan, Daud Ahoren, dan Staf Dalduk, Rosa.

Robert mengatakan kunjungan ke Aceh untuk mendapatkan informasi tentang permasalahan kependudukan dan KB di Aceh. “Dinas kami ini baru terbentuk dua tahun.”

“Saya juga baru bergabung, dulunya staf ahli Gubernur Papua Barat. Mengapa kami memilih Aceh, pertama karena sama-sama daerah Otsus dan kami juga ingin mendapatkan informasi bagaimana pelaksanaan program KKBPK berjalan di Aceh sesuai kearifan lokal masyarakat setempat, syariat Islam,” jelas Robert.

Lanjutnya, tim tiba pada 23 April dan 24 April bertemu dengan Keuchik Pasi Pinang, Kecamatan Mereubo, Aceh di Banda Aceh. Keuchik Abdul Salam memaparkan bagaimana pelaksanaan Program Rumah Data Kependudukan di Kampung KB Cut Nyak Dhien yang terintegrasi dengan program PKK, Posyandu, dan lintas sektor lainnya.

“Keuchik Pasi Pinang, Abdul Salam bersama Pengelola Rumah Data Kependudukan telah menjelaskan kepada kami, bagaimana melibatkan banyak elemen masyarakat untuk menyukseskan program KKBPK di Kampung KB serta penggunaan dana desa  untuk meningkatkan SDM dan ekonomi masyarakatnya.”

“Semoga ini bisa kami terapkan nanti di daerah kami,” ujar Robert saat bertemu Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Drs Sahidal Kastri MPd,  sebelum bertolak kembali ke Manokwari.

Sementara itu, Sahidal Jumat pagi (25/4/2019) di ruang kerjanya di Banda Aceh mengatakan, dengan dijadikannya BKKBN Aceh sebagai salah satu daerah yang dinilai berhasil menjalankan program KKBPK, menjadi kebanggan tersendiri.

Meski kemudian kunjungan ini nanti akan menjadi tanggungjawab untuk terus meningkatkan kinerja guna mensukseskan program KKBPK di lini lapangan yang tentunya tidak semudah membalikan ‘telapak tangan’.

“Di satu pihak kami bangga, di satu pihak lagi ini menjadi beban buat kami, agar terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja kami dalam menyukseskan program KKBPK sesuai kearifan lokal Aceh,” kata Sahidal.

Tim OPD KB Manokwari pada hari yang sama berkunjung ke Kampung KB Aneuk Metuah, Gampong Lampaloh, Kecamaran Lueng Bata, Banda Aceh. Kehadiran mereka disambut Keuchik Lampaloh Adi Isnaini, Ketua TP PKK gampong, Siti Fatimah, Sekdes Zahrial Fuadi, OPD KB Kota Banda Aceh, dan Pokja Kampung KB.

Kabid Dalduk dan Adpin Ria Maria Come pada kesempatan itu mengatakan, banyak informasi yang didapatkan mengenai pengelolaan Kampung KB.

“Di Papua Barat ada 196 Kampung KB yang sudah dibentuk. Kami tidak ingin Kampung KB yang telah dibentuk sekadar launching. Kami ingin program KKBPK  bersinergi dengan program pembangunan lainnya berjalan di Kampung KB, sehingga tujuan akhir dari program Kampung KB mensejahterakan dan meningkatkan kualitas masyarakat tercapai,” demikian kata Ria. ***

Sumber: Media Center BKKBN Aceh

BERBAGI