Home Nanggroe Tgk Muharuddin: PA Komit Mengawal UUPA dan Memperjuangkan Kewenangan Aceh

Tgk Muharuddin: PA Komit Mengawal UUPA dan Memperjuangkan Kewenangan Aceh

SHARE

ACEH TIMUR – Politisi Partai Aceh Tgk. Muharuddin mengatakan Partai Aceh komit mengawal Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA) dan memperjuangkan sejumlah kewenangan Aceh yang hingga kini belum seluruhnya direaliasikan pemerintah pusat sesuai dengan perjanjian damai (MoU) Helsinki. Untuk itu menurutnya, PA harus kembali menguasai parlemen Aceh, baik untuk DPRA maupun DPRK.

“Jika Partai Aceh ke depan tidak menguasai parlemen di Aceh atau perolehan kursi turun, maka akan sulit untuk PA mengawal UUPA dan memperjuangkan kewenangan Aceh sesuai MoU Helsinki. Maka dari itu, meski saya maju ke DPR-RI, saya tetap bekerja dan berjuang agar PA meraih kursi maksimal untuk DPRK dan DPRA, karena saya masih tercatat sebagai kader Partai Aceh,” kata Tgk. Muharuddin saat bersilaturrahmi dengan kader dan simpatisan Partai Aceh serta sejumlah anggota Komite Peuralihan Atjeh (KPA) di Gampong Keude, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur, Kamis malam (21/2/2019).

Persoalan mengawal UUPA, Tgk. Muhar menjelaskan, terbukti saat dua pasal UUPA dicabut beberapa waktu lalu oleh pemerintah pusat. Partai Aceh, kata Tgk. Muhar menjadi ‘imam’ dalam menggugat pencabutan pasal UUPA tersebut.

“Seharusnya persoalan mengawal dan menjaga UUPA menjadi tugas semua orang dan seluruh partai yang ada di Aceh,” jelasnya.

Jika ke depannya kursi Partai Aceh menurun dan PA tidak lagi menguasai parlemen Aceh, Tgk. Muhar menambahkan, maka akan sulit bagi Partai Aceh mengawal UUPA dan menyelesaikan berbagai persoalan di Aceh, seperti halnya reintegrasi eks kombatan yang hingga kini belum tuntas.

“Untuk itu, PA harus kembali menang di Aceh. Dari sebelumnya hanya meraih 29 kursi, diharapkan di Pemilu 2019 ini Partai Aceh bisa meraih kursi lebih banyak, baik di DPRA maupun di DPRK,” ujarnya.

Tgk Muharuddin saat menggelar temu ramah dengan kader dan simpatisan Partai Aceh di Kecamatan Peudawa, Aceh Timur. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Sementara terkait pencalonannya ke DPR-RI, Tgk Muhar juga menjelaskan, hal itu bertujuan agar ada kader-kader Partai Aceh yang dapat menyambut dan menjembatani berbagai persoalan dari Aceh ke pusat.

“Jika ada aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah pusat bertentangan dengan kekhususan Aceh, maka ada kader PA yang mengingatkan kementerian-kementerian di Jakarta bahwa di Aceh ada UUPA,” jelas mantan Ketua DPR Aceh ini.

“Tujuan maju ke DPR-RI, saya hanya ingin menjadi ‘jembatan’ bagi Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kotadi agar dapat memperjuangkan berbagai persoalan yang ada di Aceh ke pusat,” tambahnya.

Sementara itu terkait mengapa dirinya maju melalui Partai NasDem, Tgk. Muhar menambahkan, hal itu karena ‘berkaca’ dari pemilihan legislatif sebelumnya, di mana PA hanya berafiliasi dengan satu partai nasional, yang akhirnya partai nasional yang didukung Partai Aceh itu hanya mampu meraih satu kursi di setiap daerah pemilihan.

“Maka dari itu, ada sejumlah kader PA di pemilu kali ini maju melalui beberapa partai nasional ke DPR-RI, agar mayoritas anggota DPR-RI asal Aceh nantinya merupakan kander-kader Partai Aceh. Hal ini bertujuan agar apa yang telah dijanjikan pemerintah pusat untuk Aceh dapat disuarakan oleh kader-kader PA di pusat, dengan harapan perdamaian Aceh dapat abadi dan kewenangan Aceh dapat direalisasikan seluruhnya,” ungkap Tgk. Muhar.

“Jika seluruh kewenangan Aceh yang telah dijanjikan pemerintah pusat direalisasikan sesuai dengan MoU Helsiki, Insya Allah akan mdua ke depannya memakmurkan Aceh dan mensejahterakan masyarakat Aceh,” pungkasnya. [Reza Gunawan]

SHARE