Beranda Uncategorized Soal Desakan Tes Baca Alquran Capres, Ketua IDA: Ini Tidak Sebagai Partai,...

Soal Desakan Tes Baca Alquran Capres, Ketua IDA: Ini Tidak Sebagai Partai, Tetapi Pribadi Saya

BERBAGI
Ketua Ikatan Dai Aceh, Tgk. Marsyuddin Ishak. [Foto: Kumparan]

BANDA ACEH – Ketua Ikatan Dai Aceh, Tgk. Marsyuddin Ishak, mengatakan perihal desakan yang dilakukannya terhadap pasangan calon presiden 2019 untuk mengikuti tes baca alquran tidak sebagai kapasitasnya sebagai pangurus partai politik atau menyangkut dengan Partai Daerah Aceh. Hal itu dikatakan Tgk. Marsyuddin menanggapi pemberitaan dirinya sebagai anggota pengurus partai politik, yaitu PDA, di mana PDA (saat bernama Partai Damai Aceh) pada 2014 mendukung Jokowi.

“Saya bergerak dalam hal ini, tidak sebagai partai, tetapi sebagai pribadi saya sebagai Ketua Ikatan Dai Aceh,” kata Tgk. Marsyuddin kepada acehonline.info, Selasa malam (15/1/2019), melalui pesan whatshap.

Sementara itu terkait pemberitaan di AcehOnline, Tgk. Marsyuddin mengaku keberatan dengan judul berita yang ditayangkan. Dia menyatakan judul yang ditayangkan terkesan menipu.

“Tidak ada yang salah dengan isi berita, kalau judul kesannya menipu. Partai kami, yaitu PDA belum menentukan sikap menentukan mendukung salah satu calon, baik jokowi maupun prabowo. Jadi terkesan menipu (judul beria),” ungkapnya.

Selain itu, Tgk. Maryuddin mengaku telah berkoordinasi dengan pimpinan PDA yang menyatakan meminta judul berita di AcehOnline diubah, karena masyarakat saat ini banyak yang tidak membaca isi berita, melainkan judul saja. Judul berita itu, kata dia, merugikan PDA.

Sementara pihak Redaksi AcehOnline kepada PDA menjelaskan tidak dapat mengubah judul berita, karena di dalam isi berita telah dijelaskan bahwa PDA mendukung Jokowi di 2014 silam dan telah dikonfirmasi secara resmi kepada pengurus PDA.

Sebelumnya diberitakan, Ketua IDA, Tgk. Marsyuddin Ishak, yang Desak Tes Baca Alquran Capres ternyata merupakan salah satu pengurus partai politik lokal di Aceh, yaitu Partai Daerah Aceh (PDA). Dia juga tercatat sebagai calon anggota legislatif DPR Aceh Dapil Lhokseumawe-Aceh Utara.

PDA (awalnya merupakan akronim Partai Damai Aceh) merupakan partai politik pendukung Jokowi pada Pilpres 2014. di 2018, dalam beberapa konferensi pers pada acara PDA, partai ini juga menyatakan akan mendukung kandidat yang sama.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Daerah Aceh (DPP-PDA), Tengku Razuan, ketika dikonfirmasi membenarkan Tgk. Marsyuddin atau yang akrab disapa Tgk. Mudas merupakan pengurus di PDA. Tgk. Marsyuddin sendiri, kata dia, saat ini menjabat sebagai wakil sekjen di DPPP-PDA.

“Iya benar, di DPP-PDA beliau wasekjen,” kata Sekjen DPP-PDA, Tengku Razuan, kepada acehonline.info, Selasa malam (15/1/209), melalui selularnya.

Namun terkait Tgk. Marsyuddin mendesak tes baca Alquran bagi calon presiden, Tengku Razuan menjelaskan, hal itu merupakan pribadinya sebagai Ketua Ikatan Dai Aceh dan tidak terkait apapun dengan PDA baik secara politik maupun non politik.

“Persoalan Tgk. Mudas sebagai wasekjen PDA itu persoalan lain. Itu (desakan tes baca Alquran terhadap capres) pribadi dia, bukan sebagai kapasitas wasekjen PDA, tapi sebagai ketua Dai Aceh. Tidak ada komunikasi apapun Tgk. Mudas kalau dalam hal ini,” jelasnya.

Ketika ditanyai terkait PDA merupakan parpol pendukung jokowi di 2014 dan sebelumnya beberapa kali konferensi pers di 2018 menyatakan akan mendukung Jokowi di Pilres 2019, Tengku Razuan mengatakan hingga kini PDA belum menyatakan sikap resmi apapun terkait dukungan terhadap pasangan calon presiden.

“Tahun 2014 iya kami bersama jokowi. Tapi untuk 2019, sampai detik ini kami belum mengambil sikap apapun terkait dukungan terhadap calon presiden. Karena ada beberapa hal yang masih kami pertimbangkan, maka sampai saat ini kami dalam posisi ‘tiarap’. Bukan tidak, tapi lebih tepat belum menyatakan dukungan,” ungkap Tengku Razuan.

“Mungkin last minute (menit terakhir) lah kami nyatakan dukungan. Walaunpun saat ini sudah masuk masa kampanye, namun untuk Aceh kan secara jumlah suaranya tidak terlalu berpengaruh, hanya saja nama besar Aceh yang berpengaruh terhadap dukungan capres,” tambahnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI