Beranda Ekonomi Setelah Melobi Investor ke Beberapa Negara, Plt Gubernur Aceh: Hingga Kini Tidak...

Setelah Melobi Investor ke Beberapa Negara, Plt Gubernur Aceh: Hingga Kini Tidak Ada yang Terealisasi

BERBAGI
Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat menjadi pemateri dalam acara Talkshow yang diselenggarakan GeRAK Aceh. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan untuk menyejahterakan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di Aceh diperlukan adanya investasi. Dirinya telah berupaya melobi para investor ke beberapa negara, namun Nova mengaku hingga kini upaya agar investor luar berinvestasi di Aceh belum terealisasi.

“Tidak mungkin kita capai kesejahteraan, seperti menurunkan angka kemiskinan dalam setahun jika hanya mengandalkan APBA senilai Rp 17.01 triliun itu. Sudah kita coba setahun ini, tidak bisa kita turunkan angka kemiskinan dalam setahun,” kata Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam acara Talkshow bertema “Aceh Hebat, APBA 2019 Mau Dibawa ke Mana?” yang diselenggarakan GeRAK Aceh, di Hotel Kyriad Banda Aceh, Selasa (29/1/2019).

Saat bertemu dengan para delegasi negara luar dan investor di beberapa negara, kata Nova, banyak yang menjanjikan investasi yang mencapai puluhan triliun rupiah ke Aceh.

“Tapi setelah kita tunggu satu sampai dua bulan, tidak ada yang balik-balik lagi (datang berinvestasi ke Aceh). Hampir 18 bulan saat ini bisa kita bilang tidak ada yang terealisasi,” jelasnya.

Persoalan itu terjadi, Plt gubernur menjelaskan karena dalam investasi tidak mengenal ideologi, melainkan keuntungan serta aman secara hukum atau adanya kepastian hukum, serta adanya keamanan dalam berinvestasi.

“Investasi ini, misalnya dari Qatar, Jika mereka menanam modal ke Aceh untungnya 10, jika investasi di Lombok untungnya 15 maka mereka akan pergi ke sana. Dan jika mereka ke Manado untungnya 20, maka mereka akan geser lagi berinvestasi ke sana. Padahal ini orang islam tulen dari Qatar. Jadi uang itu tidak mengenal ideologi ataupun agama, bukan berarti karena sama agama mereka mudah masuk ke Aceh, tidak seperti itu,”jelas Nova.

Baca juga: Angka Kemiskinan Meningkat, Pemerintah Aceh Didesak Hidupkan Sektor Industri dan Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Dari pengalaman itu, Nova mengatakan dia akhirnya memutar visi Pemerintah Aceh untuk memperkuat perekonomian di Aceh. Menurutnya, Investasi harus dibangun dengan kekuatan sendiri.

“Kekuatan sendiri itu seperti memperkuat industri mikro, kecil, hingga menengah. Jadi saat ini Pemerintah Aceh memulainya dengan membentuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Ladong, kita revitalisasi KEK Lhokseumawe, serta kita perbaiki KEK-KEK yang rusak, termasuk Sabang yang merupakan kawasan khusus. BPKS itu termasuk KEK, yang baru saja mau kita renovasi,” jelasnya.

Nova menambahkan, pola clusterisasi KEK saat ini sedang trend di berbagai negara, seperti halnya Melaka yang merupakan negara bagian kecil di Malaysia, namun memiliki 16 KEK. Untuk itu, Pemerintah Aceh akan berupaya untuk memperbanyak dan menciptakan KEK baru di Aceh.

“Di paripurna DPRA saya pernah berjanji, ada KEK Lhokseumawe, ada KEK Sabang, serta ada embrio kawasan stategis Gayo-Alas. Namun pantai barat selatan Aceh belum ada. Ini yang sedang diupayakan Pemerintah Aceh. Jadi yang harus kita lakukan investasi dengan kekuatan sendiri,” jelasnya.

Plt Gubernur Aceh kepada wartawan mengatakan sektor ekonomi terbesar di Aceh masih berada pada jasa kontruksi. Untuk menciptakan investasi mandiri dari diri sendiri, Pemerintah Aceh akan berupaya untuk mencetak entrepreneur atau pengusaha-pengusaha muda Aceh.

“Caranya dengan pendidikan, pelatihan, dan pemagangan bagi pengusaha mikro dan kecil dahulu, baru ke depannya untuk pengusaha menengah. Jika perlu mereka akan kita magangkan ke luar Aceh,” ujarnya.

Dikarenakan sektor ekonomi Aceh masih pada jasa kontruksi, Nova mengatakan akan mempercepat proses pelelangan proyek di Aceh yang masih agak lambat di Aceh.

“Kita juga akan berupaya untuk ‘mencegah’ uang ke luar Aceh, karena ada sekitar 12 triliun uang ke luar Aceh. Kita akan minta LSM untuk melakukan riset bagaimana mencegah uang Aceh ke luar. Orang beli apa di luar, kita coba riset, apa yang dibeli di luar itu kita sediakan di Aceh. Walaupun tidak semua, minimal mencegah sedikit uang Aceh ke luar,” jelasnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI