Home Nanggroe Pasca Banjir Bandang Aceh Tenggara, Yahdi Hasan: Belum Ada Penanganan Serius dari...

Pasca Banjir Bandang Aceh Tenggara, Yahdi Hasan: Belum Ada Penanganan Serius dari Pemerintah Aceh

SHARE
Ilustrasi banji bandang di Aceh Tenggara. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh, Yahdi Hasan, mengatakan pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara sepekan terakhir, hingga kini masih terlihat penumpukan material atau puing sampah dan lumpur akibat banjir bandang di areal Sungai Kali Bulan dan Natam serta beberapa wilayah di Kutacane. Dia menilai, Pemerintah Aceh belum maksimal melakukan penanganan pasca banjir bandang di Aceh Tenggara.

“Kondisi saat ini banjir sudah surut, masyarakat sedang membersihkan sampah dan puing-puing banjir bandang. Namun kami melihat belum ada penanganan serius dari Pemerintah Aceh, di mana sudah hampir sepekan pasca banjir, namun material atau puing-puing sampah dan lumpur masih berserakan di beberapa lokasi,” kata Anggota DPR Aceh asal Daerah Pemilihan Aceh Tenggara Gayo Lues ini, Senin (21/1/2019).

Anggota DPR Aceh, Yahdi Hasan. [Foto: Istimewa]
Dalam penanganan banjir bandang Aceh Tenggara, Yahdi Hasan menjelaskan, di lokasi terdampak banjir hanya terlihat 5 excavator atau beko yang diturunkan Pemkab Aceh Tenggara. Hal ini, kata dia, membuat penanganan pembersihan material sampah banjir bandang terkesan lambat jika tidak adanya dukungan dari Pemerintah Aceh.

“Pemerintah Aceh jangan hanya mengirimkan logistik, tetapi tidak melihat kondisi langsung di lapangan. Logistik memang diperlukan untuk para pengungsi, namun penanganan dan upaya untuk mencari solusi agar banjir tidak terjadi lagi, itu juga penting,” ungkapnya.

Kondisi permukaan Sungai Kali Bulan dan Natam saat ini, Yahdi Hasan menjelaskan, kondisinya sudah rata (sejajar) dengan dataran di pinggiran sungai. Hal itu, kata dia, akan menyebabkan air sungai mudah meluap jika terjadi hujan.

“Ini yang harus segera dilakukan penanganan. Jika sungai tidak dikeruk lebih dalam dan pinggiran sungai tidak ditinggikan, maka sebentar saja sungai meluap dan banjir menggenangi pemukiman warga lagi jika terjadi hujan di pegunungan,” ungkapnya.

Untuk itu, politisi Partai Aceh ini berharap, Plt Gubernur Aceh dapat turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Aceh Tenggara. Menurutnya, sudah empat kali banjir bandang menerjang Aceh Tenggara sejak November 2018 hingga Januari 2019, namun belum sekalipun Plt. Gubernur Aceh melakukan kunjungan ke Aceh Tenggara.

“Memang Ibu Plt. Gubernur Aceh bersama Kadis Sosial sudah turun ke Kutacane untuk mengantarkan bantuan ke posko-posko bencana banjir, tepatnya pada Minggu (20/1) kemarin, namun Plt. Gubernur Aceh juga perlu turun langsung melihat kondisi di lapangan. Jika Plt Gubernur Aceh turun langsung ke lokasi, tentunya akan lebih tepat mengarahkan SKPA terkait dalam melakukan penanganan pasca banjir Aceh Tenggara. Jika tidak ada penanganan tepat, banjir di Aceh Tenggara akan terus terjadi, yang tentunya ini akan sangat membuat masyarakat menderita,” kata Yahdi Hasan. [Reza Gunawan]

SHARE