Home Nanggroe KIP Aceh Tetapkan 2.991 Penderita Gangguan Jiwa Terdaftar Sebagai Pemilih di Pemilu...

KIP Aceh Tetapkan 2.991 Penderita Gangguan Jiwa Terdaftar Sebagai Pemilih di Pemilu 2019

SHARE
Komisioner KIP Aceh, Munawarsyah. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh menetapkan 2.991 penderita gangguan jiwa atau disabilitas mental (tuna grahita) sebagai pemilih di Pemilu 2019 yang akan berlangsung pada 17 April 2019 mendatang. Jumlah itu bagian dari total dari keseluruhan pemilih (Daftar Pemilih Tetap) di Aceh yang berjumlah 3.453.990 jiwa.

“Tuna Grahita ini nantinya bisa memilih, sepanjang diatur dalam juknis (petunjuk teknis) pemungutan suara. Mereka ini bukan orang gila yang berkeliaran di jalan itu yang didata dan disuruh memilih di TPS, tetapi mereka yang dilaporkan oleh masyarakat atau yanggota keluarga mereka yang memiliki disabilitas mental,” kata Komisioner KIP Aceh, Munawarsyah, kepada wartawan, Senin (14/1/2019), di Banda Aceh.

Pemilih disabilitas mental, kata Munawarsyah, sebenarnya telah berlaku sejak pemilu 2009. KIP Aceh, kata dia, telah memiliki data sebelumnya para disabilitas mental yang diberikan hak pilih.

“Dalam juknis nanti diatur, kemungkinan para pemilih disabilitas mental ini nanti harus ada surat keterangan dokter atau dinyatakan oleh dokter yang merawatnya dia sehat dan bisa memberikan hak pilih, serta harus ada pendampingnya. Juknis ini sudah ada drafnya dan akan diterbitkan oleh KPU nantinya dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Selain itu, Munawarsyah menambahkan, dalam daftar pemilih di Aceh tersebut juga telah ditetapkan pemilih tuna daksa sebanyak 3. 212 orang, tuna netra sebanyak 1. 536 orang, tuna rungu 1. 965 orang, serta disabilitas lainnya sebanyak 1. 897 orang.

“Dari total pemilih di Aceh, pemilih laki-laki berjumlah 1.699.593 jiwa, sedangkan pemilih perempuan sebanyak 1.754.397 jiwa yang tersebar di 15.527 Tempat Pemungutan Suara (TPS) seluruh Aceh,” jelasnya. [Reza Gunawan]

SHARE