Beranda Ekonomi Angka Kemiskinan Meningkat, Pemerintah Aceh Didesak Hidupkan Sektor Industri dan Ciptakan Lapangan...

Angka Kemiskinan Meningkat, Pemerintah Aceh Didesak Hidupkan Sektor Industri dan Ciptakan Lapangan Kerja Baru

BERBAGI
Tgk. Muharuddin. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA Aceh – Anggota DPR Aceh Tgk. Muharuddin mengatakan meningkatnya angka kemiskinan atau jumlah penduduk miskin di Aceh disebabkan saat ini kehidupan masyarakat hanya bergantung kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Menurutnya, Pemerintah Aceh harus mencari solusi dengan membuka lapangan kerja baru dengan menghidupkan industri-industri di Aceh.

“Tanpa ada objek lain yang bisa diandalkan masyarakat dan menampung tenaga kerja, maka dinamika (persoalan kemiskinan) ini akan terus terjadi dan terus dirasakan masyarakat Aceh,” kata Tgk. Muharuddin menanggapi data BPS yang memaparkan angka kemiskinan di Aceh meningkat pada 2018, Selasa (22/1/2019).

Pemerintah Aceh, Tgk. Muhar menilai, tidak perlu menciptakan retorika-retorika akan menggandeng investor dan menjemput investasi dari luar.

“Hal yang di depan mata saja tidak bisa dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, seperti halnya KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Arun dan BPKS (Badan Pengelolaan Kawasan Sabang). Kenapa itu tidak diintensifkan saja agar optimal. Jika proyek-proyek vital di Aceh itu dapat optimal maka akan menampung tenaga kerja lokal yang banyak,” ungkapnya.

Selain itu, Tgk. Muharuddin menyayangkan adanya temuan beberapa waktu terakhir, yaitu adanya tenaga kerja asing ilegal yang bekerja di perusahaan besar di Aceh.

“Seharusnya pemerintah mengupayakan bagaimana para tenaga lokal Aceh memiliki kemampuan dan kapasitas untuk menjadi tenaga kerja di perusahaan besar serta ditempatkan di bidang-bidang kerja strategis. Jangan tenaga lokal yang bekerja hanya di bidang buruh kasar atau tukang sapu, sementara di jabatan-jabatan strategis itu orang luar,” tegas Mantan Ketua DPR Aceh ini.

Di PT Medco yang beroperasi di Aceh Timur, Tgk. Muhar mengaku mendapat informasi bahwa tenaga kerja lokal sangat minim bekerja di perusahaan tersebut.

“Hal-hal seperti ini yang harus ditinjau Pemerintah Aceh. Jangan selalu beralasan warga lokal tidak memiliki SDM yang kuat untuk ditempatkan di jabatan strategis. Harus ada solusi agar para pemuda dan masyarakat diberi pelatihan supaya mereka dapat bekerja dan ditempatkan di perusahaan besar yang ada di Aceh,” ungkapnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI