Beranda Ekonomi Ambruk, Anggota DPR Aceh Desak Perbaikan Dermaga Bongkar-Muat Ikan TPI Pusong Lhokseumawe

Ambruk, Anggota DPR Aceh Desak Perbaikan Dermaga Bongkar-Muat Ikan TPI Pusong Lhokseumawe

BERBAGI
Tgk. Muharuddin meninjau dermaga bongkar-muat ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pusong, Lhokseumawe. [Foto: Istimewa]

LHOKSEUMAWE – Anggota DPR Aceh Tgk. Muharuddin meninjau dermaga bongkar-muat ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pusong, Lhokseumawe, Selasa (15/1/2018). Dermaga ini sebelumnya ambruk akibat longsor pada Sabtu, (12/2/2019).

Saat ambruk beberapa waktu lalu, dua unit becak dan warga yang berada di tempat itu sempat terperosok ke pinggir laut. Dermaga yang ambruk tersebut merupakan pusat pendaratan ikan di TPI Pusong Lhokseumawe, sehingga kejadian ini membuat aktivitas bongkar-muat ikan nelayan sangat terganggu.

Saat ini para nelayan terpaksa mencari tempat pendaratan lain yang terdekat. Sebagian para nelayan mendirikan tangga dari kapalnya untuk mengangkut ikan hasil tangkapan mereka ke darat.

Para nelayan mengeluhkan kondisi dermaga tersebut saat Tgk Muharuddin melakukan peninjauan ke lokasi. Para nelayan mengeluh perihal kondisi dermaga yang ambruk itu, karena disamping telah menghambat lajunya perekonomian mereka, pendaratan menggunakan tangga dari kapal untuk proses bongkar muat juga sangat membahayakan terhadap keselamatan para nelayan.

Tuha Peut Pusong Lama, M. Jamil Kaoy, yang mewakil warga dan para nelayan setempat mengatakan, runtuhnya dermaga tersebut sangat berpengaruh terhadap proses bongkar-muat ikan para nelayan. Disamping itu, katanya, proses bongkar muat melalui penyambungan tangga juga sangat membahayakan bagi keselamatan nelayan.

“Pendapatan warga Pusong yang menyediakan jasa bongkar-muat juga berkurang akibat ambruknya dermaga ini, karena sebagian kapal lebih memilih tempat pendaratan ikan di dermaga lain yang dianggap lebih aman,” keluhnya.

Untuk itu, kepada Tgk Muharuddin, M. Jamil sangat berharap agar kondisi Dermaga TPI Pusong tersebut dapat disampaikan langsung kepada Pemerintah Aceh untuk segera diperbaiki, sehingga aktivitas bongkar-muat ikan kembali berjalan seperti biasanya dan perekonomian nelayan setempat juga kembali normal.

“Yang paling penting saat ini, pemerintah harus segera menyediakan tangga darurat. Ini sangat penting untuk menjaga pendapatan dan keselamatan nelayan saat proses bongkar-muat,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan warga Pusong dan para nelayan, Tgk Muharuddin yang didampingi Anggota DPR Aceh lainnya T. Rudi Fatahul Hadi meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) agar segera mengirimkan tim teknis sehingga dapat diperbaiki secepat mungkin.

“Dermaga atau tempat pendaratan ikan ini sangat dibutuhkan oleh nelayan dan masyarakat. Untuk itu, DKP Aceh harus segera mengirimkan tim teknis dan memperbaikinya secepat mungkin. Ini penting demi kelangsungan hajat hidup dan perekonomian warga Kota Lhokseumawe,” ujar Muharuddin.

Mantan Ketua DPR Aceh ini juga mendesak DKP Aceh untuk segera menyediakan tangga darurat yang aman dan nyaman seperti yang diharapkan oleh masyarakat, sehingga proses bongkar-muat ikan para nelayan di TPI Pusong Lhokseumawe tetap berjalan normal.

“Saya belum tau apakah Pemerintah Aceh telah menganggarkan anggaran untuk perbaikan Dermaga TPI Pusong ini atau belum. Intinya kita mendesak Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan agar sesegera mungkin mengirimkan Tim Teknis,” tegas Muharuddin dihadapan puluhan masyarakat Pusong.

“Bila sudah ada plot anggaran maka bisa dipercepat perbaikannya, dan andai belum ada plot anggarannya maka Pemerintah Aceh harus mencari jalan keluarnya secepat mungkin. Ini sangat urgent karena berhubungan langsung dengan pendapatan dan perekonomian masyarakat Lhokseumawe yang berprofesi sebagai nelayan,” tutup Tgk. Muhar yang kini maju sebagai Caleg DPR-RI Dapil Aceh 2 ini . []

BERBAGI