Home Nanggroe 14 Nelayan Aceh Timur Peroleh Pengampunan dari Pemerintah Myanmar

14 Nelayan Aceh Timur Peroleh Pengampunan dari Pemerintah Myanmar

SHARE
Nelayan Aceh dipulangkan setelah mendapat pengampunan dari Pemerintah Myanmar. [Foto: AntaraAceh]

BANDA ACEH – Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Myanmar Iza Fadri menyatakan sebanyak 15 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas Myanmar pada Selasa 6 November 2018, 14 di antaranya memperoleh pengampunan dari pemerintahan negara itu.

“Ke 14 nelayan Aceh ini dibebaskan karena memperoleh pengampunan dari Pemerintah Myanmar dan satu lagi masih menjalani proses hukum terkait dugaan illegal fishing,” kata Iza Fadri.

Pernyataan ini disampaikannya ketika menyerahkan 14 nelayan tersebut kepada Pemerintah Aceh yang dihadiri oleh Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan unsur Forkopimda di pendopo gubernur, Rabu (30/1/2019).

“Atas kerja sama yang baik dan sinergi semua pihak, mereka bisa kita bawa pulang kembali ke Aceh,” kata Dubes Indonesia untuk Myanmar.

Ia mengatakan, dari 15 nelayan Aceh yang ditangkap Tentara Angkatan Laut Myanmar, satu di antaranya kapten kapal (Jamaludin Amno) masih ditahan di Myanmar.

“Kita akan terus berkomunikasi dengan Pemerintah Myanmar agar satu lagi nelayan Aceh memperoleh keringanan,” kata dia.

Iza Fadri menegaskan, Pemerintah Indonesia komitmen melindungi setiap WNI di manapun berada sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengucapkan terima kasih kepada Dubes Indonesia untuk Myanmar yang telah bekerja keras memulangkan 14 nelayan Aceh yang ditahan di Myanmar.

“Pemerintah Aceh berterima kasih kepada Dubes Indonesia untuk Myanmar dan para pihak yang ikut langsung membebaskan 14 nelayan Aceh,” katanya.

Ia menyatakan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial akan mengantarkan langsung ke 14 nelayan itu ke pintu rumahnya masing-masing di Kabupaten Aceh Timur.

“Kita patut bersyukur atas kembalinya saudara-saudara dan selamat kembali ke pangkuan keluarga tercinta. Sampai di rumah bersujud syukurlah kepada Allah,” ujar Plt Gubernur Aceh.

Sebanyak 16 nelayan Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, melaut dengan Kapal Motor (KM) Bintang Jasa dari Kuala Idi, Aceh Timur. Namun kemudian mengalami kerusakan mesin, lalu dibawa arus dan masuk ke perairan Myanmar.

Saat ditangkap oleh Tentara Angkatan Laut Myanmar nelayan Aceh berusaha kabur dengan berenang dan satu di antaranya tenggelam dan meninggal atas nama Nurdin (41), sementara 15 nelayan lainnya ditangkap.

SUMBER: Antara Aceh

SHARE