Beranda Nanggroe Amankan Suara Prabowo-Sandi, Sekber Satgas Lintas Ormas dan OKP Aceh Tempatkan Tim...

Amankan Suara Prabowo-Sandi, Sekber Satgas Lintas Ormas dan OKP Aceh Tempatkan Tim di TPS

BERBAGI
Sekber Satgas Lintas Ormas, LSM, OKP dan Profesi Provinsi Aceh Direktorat Satgas Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Tim Relawan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno yang tergabung dalam Sekber Satgas Lintas Ormas, LSM, OKP dan Profesi Provinsi Aceh akan menempatkan anggotanya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pemilihan nantinya. Hal itu dilakukan untuk mengawal suara yang diraih Prabowo-Sandi di Aceh dan mengantisipasi terjadinya kecurangan yang terjadi di TPS.

“Kami bukan tidak percaya kepada penyelenggara pemilu, tetapi kami tidak ingin satupun suara masyarakat Aceh yang memilih Prabowo-Sandi itu hilang. Walaupun belum ada indikator-indikator atau bayangan untuk kehilangan suara, namun kami harus mengantisipasi ini sejak dini dari sekarang,” kata Ketua Sekber Satgas Lintas Ormas, LSM, OKP dan Profesi Provinsi Aceh Direktorat Satgas Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nasrul Sufi, dalam konferensi pers yang digelar, Senin (7/1/2019).

Nasrul menjelaskan satgas yang akan ditempatkan nantinya berkisar antara 15 sampai 20 orang di setiap TPS di seluruh Aceh. Saat ini, kata dia, pihaknya sudah mempersiapkan 12.340 personel yang akan ditempatkan di 15.527 TPS di Aceh.

“Jumlah ini akan terus bertambah. Setiap lembaga yang telah bergabung kepada kami akan mengirimkan anggotanya untuk ditempatkan di TPS nantinya. Hingga saat ini, sudah 54 organisasi yang bergabung bersama kami untuk memenangkan Prabowo-Sandi di Aceh dengan target di atas 85 persen,” ungkap Nasrul Sufi yang akrab siapa Tgk. Abang ini.

Selain mengawal suara Prabowo-Sandi, Nasrul menjelaskan, para satgas nantinya juga akan berupaya untuk mengamankan pelaksanaan pemilu pada hari pencoblosan nantinya di TPS.

“Jika nantinya ada upaya-upaya dari orang-orang tertentu yang mencoba mengganggu pencoblosan, satgas kami siap bekerja sama dengan penyelenggara pemilu dan pihak terkait lainnya untuk menghadang atau mengantisipasi hal seperti itu,” jelasnya.

Selain itu, Nasrul Sufi menambahkan, pihaknya mendesak penyelenggara pemilu di Aceh dalam hal ini KIP dan Bawaslu Aceh untuk bekerja profesional.

“Kemungkinan dan peluang untuk terjadinya hal-hal yang kita tidak inginkan itu selalu ada. Untuk itu kami mengantisipasi dengan mendesak dari sekarang KIP dan Bawaslu untuk bekerja profesional sesuai tugas dan fungsi mereka masing-masing. Jangan sampai ada orang-orang tertentu untuk mengintervensi penyelenggara pemilu untuk memenangkan salah satu calon. Kami tidak menuduh KIP atau Bawaslu berbuat curang, tapi mendesak mereka untuk bekerja dengan sebaik-baiknya,” ungkap Nasrul Sufi. [Reza Gunawan]

BERBAGI