Home Travel Objek Wisata Terpendam di Gampong Gurah Aceh Besar

Objek Wisata Terpendam di Gampong Gurah Aceh Besar

SHARE
Kuban masjid di Gampong Gurah Aceh Besar yang dibawa gelombang tsunami sejauh 2,5 kilometer dari tempat asalnya. [Foto: AcehOnline/B. Jabir]

PEUKAN BADA – Bagi sebagian warga Aceh Besar, khususnya yang mendiami kawasan Kecamatan Peukan Bada, nama Gampong Gurah sudah tidak asing. Apalagi di gampong itu terdapat situs tsunami “kubah” yang berdiri kokoh di tengah persawahan.

Meski 14 tahun lalu tsunami menyapu bersih dan menghancurkan sebagian besar sebagian besar bangunan di Kecamatan Peukan Bada. Kubah masjid itu tetap utuh, walaupun terpisah dari bangunan Masjid. Kubah masjid itu merupakan bagian bangunan masjid yang dihantam Tsunami saat itu, yang terhempas dibawa gelombang ke areal persawahan sejauh 2,5 kilometer.

Situs tsunami “kubah” itu sat ini sering dikungjungi wisatawan baik mancanegara khususnya wisatawan dari Malayasia maupun nasional dan lokal.


Makam Tgk Chik Maharaja Gurah di Gampong Gurah, Aceh Besar. [Foto: AcehOnline/B. Jabir]

Selain situs tsunami, di Gampong Gurah juga terdapat situs sejarah yaitu Makam Tgk Chik Maharaja Gurah yang saat ini diabadikan menjadi nama Masjid Kemukiman Gurah.

Makam Tgk Chik Mahraja Gurah, hanya berjarak 1 kilometer dari masjid mukim yang saat ini sudah dimasukkan dalam situs cagar budaya di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh wilayah kerja Aceh dan Sumut.

Di sekitar makam itu juga, sekitar 5 meter terdapat mata air yang airnya tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Warga setempat memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari yang dikelola bersama sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD).

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Amiruddin, mengatakan objek wisata di Gurah sangat bagus dikembangkan, apalagi di Gurah ini terdapat situs tsunami “Kubah” masjid Lamteugoh berjarak 2,5 kilometer dari asal bangunannya.

“Kubah itu beratnya diperkirakan 80 ton yang dibawa tsunami sejauh 2,5 kilometer dari tempat asalnya,” kata Amiruddin.

Sementara itu Kabid Pemasaran, Rahmadhani, menambahkan selain Kubah, ada makam ulama Tgk Chik Mahraja Gurah, sekitar 500 meter dari Kubah dan berada di kaki bukit, yang saat ini sudah digunakan sebagai rute evakuasi bencana alam.

“Sekitar makam suasananya sejuk, masih dipenuhi dengan pepohonan dan juga terdapat mata air yang jernih. Objek wisata ini perlu di pelihara dan dirawat bersama,” ujar Rahmadhani.

Pada Senin kemarin (24/12/2018), kata Rahmadhani , warga dan Disbudpar Aceh bergotoroyong membersihkan sekitar halaman Masjid serta di tempat situs religius di Gampong Gurah.

“Kita berharap, situs ini menjadi destinasi wisata religi baru di Aceh Besar dan Aceh. Dengan adanya kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara, saya yakin akan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” pungkas Rahmadhani. [B. Jabir]

SHARE