Beranda Nanggroe Sudah Mengabdi 10 Tahun, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Berhentikan Guru Kontrak Bahasa...

Sudah Mengabdi 10 Tahun, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Berhentikan Guru Kontrak Bahasa Inggris dan Matematika

BERBAGI
Guru kontrak yang diberhentikan Dinas Pendidikan Dayah Aceh saat mendatangi kediaman Plt Gubernur Aceh, Jumat sore (28/12/2018). [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Sekitar 30 guru kontrak menolak kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh yang memutuskan kontrak (memberhentikan) mereka sebagai guru program studi matematika dan Bahasa inggris di sejumlah pesantren (dayah) di Aceh.

“Kami menolak atas kebijakan Kadis Dayah Aceh yang memberhentikan guru matematika dan bahasa inggris. Kami merasa dizhalimi oleh kepala dinas dayah, di mana selama ini kami mendidik putra putri di pesantren seluruh Aceh dengan hadiah tidak dilanjutkan kontrak. Kami mengabdi menjadi guru kontrak dayah sudah 10 tahun, sejak 2008 sampai sekarang,” kata Koordinator Perwakilan Guru Kontrak yang diberhentikan Dinas Pendidikan Dayah, Teuku Mahmudi, dalam siaran pers yang diterima acehonline.info, Sabtu (29/12/2018).

Kebijakan Kadis Pendidikan Dayah tersebut, Teuku Mahmudi menilai eterlalu tergesa – gesa tanpa mempertimbangkan kemaslahatan guru-guru di dayah.

“Kami sangat menekuni profesi kami sebagai guru di dayah- dayah seluruh Aceh tanpa pelanggaran sedikitpun. Bahkan keberadaaan guru matematika dan bahasa inggris sangat membantu pesantren yang notabennya dayah terpadu,” ujarnya.

Teuku Mahmudi mengaku telah menghubungi beberapa mantan Kepala Dinas Badan Dayah yang menyatakan bahwa dasar kebijakan mengangkat guru kontrak pendidikan matematika, bahasa inggris dan bahasa Arab sudah tepat dan sesuai dengan aturan yang berlaku, serta tidak melanggar aturan.

“Namun di saat kami beraudiensi dengan Kadis Pendidikan Dayah (Pak Usamah) beliau mengatakan semua guru pendidikan matematika dan bahasa inggris tidak sesuai dengan aturan (tupoksi). Perekrutan guru matematika dan bahasa inggris sudah salah perekrutan oleh kebijakan kadis lama dan saya akan ganti kalian dengan guru baca kitab kuning dan tahfidhul quran,” jelas guru kontrak itu mengutip keterangan kadis pendidikan dayah Aceh.

Setelah mendapat pernyataan itu, Teuku Mahmudi menambahkan, para guru kontra langsung menemui para Anggota DPR Aceh untuk melaporkan persoalan yang mereka alami.

“Hasil audiensi dengan Komisi VIII DPRA dijelaskan bahwa bila Dinas Pendidikan Dayah ingin menambah guru kitab kuning dan tahfidzul qur’an maka dinas pendidikan dayah bisa mengusulkan ke untuk dianggarkan anggaran tanpa harus menggatikan guru matematika dan bahasa inggris yang sudah mengabdi 10 tahun,” jelas Mahmudi mengutip keterangan Ketua Komisi VIII Gufran Zainal Abidin didampingi anggotanya Musannif yang menegaskan juga akan memangggil Kadis Pendidikan Dayah untuk mempertanyakan pemberhentian tersebut.

Selain ke DPRA, Teuku Mahmudi menambahkan, persoalan pemberhentian tersebut juga telah dilaporkan ke Plt. Gubernur Aceh dan Ombudsman.

“Harapan kami semua guru kontrak Dinas Pendidikan Dayah yang sudah mengabdi 10 tahun dalam mendidik generasi Islam yang ditempatkan di seluruh dayah Aceh dapat dilanjutkan kontraknya,” pungkas Teuku Mahmudi. [Reza Gunawan]

BERBAGI