Beranda Opini Pemuda dan Seribu Warung Kopi di Aceh

Pemuda dan Seribu Warung Kopi di Aceh

BERBAGI
Ilustrasi kaula muda Aceh di warung kopi. [Foto: Istimewa]

Oleh: Adam Juliandika

Kita takkan pernah lupa akan pesan ini di kutip dari pernyataan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno menyampaikan “Berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncang dunia” dan ada juga dari Hasan Al Banna seorang tokoh dibidang pergerakan di Mesir pernah berkata, “Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya”

Dalam hal ini muncul sebuah pertanyaan mengapa harus ‘pemuda’? Ternyata, pemuda adalah sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber terpenting bagi pembangunan bangsa dapat diibaratkan bahwa pemuda akan menguasai masa depan nantinya.

Hal ini terbuktikan bahwa pemuda mempunyai peran sangat besar untuk meneruskan kekuasaan yang sudah ada saat ini. Tak lupa, perlu menjadi catatan bersama dalam sejarah pun tertulis jelas pemuda berperan penting dalam kemerdekaan.

Tak luput dari peran pemuda pada saat kemerdekaan terjadi baik dimana saja dan negara mana aja. Sebab, pemudalah yang paling bersemangat dan ambisius dalam memperjuangkan setiap sektor kehidupan masyarakat. Termasuk, di negara Indonesia ini maupun khususnya pada daerah Aceh.

Namun fenomena yang terjadi saat ini, malahan sangatlah berbeda dan jauh dari harapan. Dimana pemuda Aceh seringnya menghabiskan waktunya di warung kopi. Hal ini menjadi sangatlah tidak produktif sehingga perlu menjadi perhatian bersama. Mengingat banyaknya kegiatan yang seharusnya dapat dilakukan oleh para pemuda Aceh untuk daerahnya demi kelanjutan hidup yang lebih baik terutama dalam bidang sumber daya manusia (SDM). Untuk meraih manfaat besar dapat dirasakan perlu adanya memenuhi kebutuhan pasar kerja.

Para pemuda saat ini umumnya masih berfikir secara sempit yang sebenarnya harus berfikir secara luas apalagi di zaman milineal saai ini. Perlu kita ketahui bersama Indonesia menyongsong fase bonus demografi beberapa tahun kedepan. Seharusnya, menjadi kesempatan emas baik indonesia maupun daerah Aceh akan hal demikian.

Hal diatas sejalan dengan hasil penelitian serta riset yang terkait dengan bonus demografi dimana kondisi populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Indonesia sendiri diprediksi akan mengalami puncak bonus demografi pada 2030 mendatang. Sehingga, Aceh khususnya menjadi hal penting dalam menentukan langkah terbaiknya.

Peran pemuda diharapkan mampu menciptakan sistem atau konsep-konsep baru dalam memecahkan masalah penganguran yang semakin hari mengkhwatirkan khususnya di Aceh. Dengan begitu memberikan salah satu solusi dalam membantu pemerintah dalam mencapai visi dan misinya.

Peran Pemuda

Beberapa bagian penting pemuda dapat mengambil peran yaitu : pertama mengambil peran besar dalam pembuatan kebijakan-kebijakan misalnya dalam hal sektor perternakan, pertanian, perdagangan , dan sektor yang lainnya. Sehingga, kebijakannya menjadi masukan dan pengawalan yang kritis dan konstruktif untuk pemerintah dalam mengevaluasinya. Sebab, pada fase inilah para pemuda mengeluarkan gagasan-gagasan cemerlang guna kemajuan pembangunan bangsa maupun daerah yang terkait didalamnya.

Kedua melakukan pengawasan program-program sesuai sektornya, peran ini menjadi sangatlah penting dalam pemikiran kebijakan. Sehingga, program yang telah disusun dapat direalisasikan sesuai dengan sasaran dan target yang telah disepakati.

Ketiga adanya kegiatan pencerdasan,pendampingan, dan upaya pemberdayaan dalam pemuda untuk meningkatan SDM agar dapat memahami lebih baik sesuai sektor yang ingin dijalani atau ditekuninya. Pemuda pada dasarnya bagian dari masyarakat, keberadaan pemuda didalam lingkup masyarakat menjadi sebuah peluang baik dalam pemberdayaan bagi masyarakat yang rata-rata pendidikan rendah.

Oleh karena itu, ketidakberdayaan pemuda sangatlah disayangkan harus menjadi perhatian. Dikarenakan, banyaknya mebuang waktu hanya diwarung kopi apalagi warung kopi di Aceh terkenal dengan ‘seribu warung kopi’ walaupun dalam peningkatan daerah baik secara bisnis tapi perlu adanya fokus akan sumber daya manusia menjadi titik fokus pemerintah dalam terus mengurangi angka penganguran sehingga juga dapat mengkecilkan angka kemiskinan di Aceh ini. Ingatlah secara bersama pemuda dapat dijadikan wahana terbaik dalam memberikan kontribusinya dengan begitu banyaknya ide dan program cemerlangnya. Sehingga, menjadi salah satu motor penggerak untuk Aceh. Dimana menjadi bagian nawacita sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), sebagai program pembangunan berkelanjutan di Indonesia maupun Aceh pada khususnya daerah yang masih dalam Otonomi khusus ini.

Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha). 
adamjuliandika99@gmail.com

BERBAGI