Beranda Travel Air Mata Pengantin dan Laksamana Mengamuk, Kuliner Riau Menyegarkan

Air Mata Pengantin dan Laksamana Mengamuk, Kuliner Riau Menyegarkan

BERBAGI
Minuman dengan nama air mata pengantin, kuliner Riau menyegarkan. Foto Muhammad Saifullah

Berbagai jajanan dan ragam kuliner disajikan di area stand Expo Unsyiah Fair XIII, Kompleks Pelajar Mahasiswa Darussalam, Banda Aceh. Di antaranya, ada kuliner khas Provinsi Riau, yakni Air Mata Pengantin dan Laksama Mengamuk.

Namanya yang unik membuat sejumlah pengunjung penasaran dan ingin mencoba kuliner dari Bumi Melayu Lancang Kuning yang dijual di stan Ikatan Pelajar Mahasiswa Riau (IPMR) Aceh tersebut.

Misalnya seperti seorang pengunjung bernama Nindi yang penasaran dengan minuman Air Mata Pengantin. “Air mata pengantin, karena warna sama namanya unik,” kata Nindi.

“Minumannya enak, kayak ada manis-manis asamnya gitu dan jelinya juga manis, jadi terasa lebih segar setelah nikmatnya,” kata Nindi lagi.

Chairani, penjual kuliner khas Riau pun menceritakan sedikit komposisi campuran dari keduanya sehingga bisa menyegarkan. Lalu, ia juga menjelaskan secara singkat sejarah dari dua minuman tersebut.

Minuman air mata pengantin berawal dari tradisi masyarakat Riau yang selalu menyediakan minuman ini saat acara pernikahan.

Berhubung pernikahan identik dengan kebahagiaan, maka minuman ini lambat laun disebut sebagai air mata pengantin.

“Air mata tersebut adalah air mata kebahagiaan dari pihak pengantin,” jelas Rani.

Sementara itu, terkait rasanya, Rani menyebutkan campuran sederhana yang dipakai adalah agar-agar dengan variasi warna merah, kuning, dan hijau, sehingga menarik untuk dilihat.

“Setelah itu ditambah selasih, sirup manis berwarna merah, serta sirup warna jingga (rasa jeruk),” jelas Rani.

Berbeda dengan minuman Air Mata Pengantin yang identik dengan kebahagiaan, minuman Laksamana Mengamuk memiliki cerita tersendiri bagi masyarakat Riau.

Berdasarkan cerita, minuman berbahan dasar buah kuini dan dicampu santan, gula, selasi, serta agar-agar ini berawal dari legenda seorang laksamana yang merasa sakit hati karena istrinya direbut seorang raja. Melampiaskan amarahnya, ditebaslah seluruh pohon kuini yang ada di rumahnya hingga buat tersebut terpotong-potong kecil.

“Kemudian salah seorang ibu berinisiatif untuk memanfaatkan buah kuini itu untuk dijadikan minuman. Minuman itulah yang kini dikenal Laksama Mengamuk,” jelas Rani lagi.

Adapun harga minuman ini dijual cukup terjangkau, yakni untuk Air Mata Pengantin Rp 10 ribu per porsi dan Laksamana Mengamuk Rp 12 ribu per porsi. ***

Sumber: Muhammad Saifullah

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here