Beranda Nanggroe Pirak Timu Kerap Terisolir saat Banjir, Pemerintah Aceh Didesak Bangun Jembatan Asan...

Pirak Timu Kerap Terisolir saat Banjir, Pemerintah Aceh Didesak Bangun Jembatan Asan Krueng Kreh

BERBAGI
Ketua DPRA Tgk Muharuddin saat mendengarkan keluahan para perangkat gampong di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, yang membutuhkan pembangunan Jembatan Asan Krueng Kreh. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

ACEH UTARA – Banjir yang kerap terjadi setiap tahun menyebabkan puluhan desa di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, terisolir karena akses jalan dan jembatan yang menghubungkan daerah itu ke Lhoksukon tidak bisa dilewati. Pemerintah Aceh didesak segera melakukan penanganan dengan membangun jembatan penghubung, yang berada di Gampong Asan Krueng Kreh sebagai akses jalan untuk memudahkan masyarakat mengungsi saat banjir besar melanda wilayah tersebut.

“Jembatan di sini awalnya adalah jembatan gantung, namun telah rubuh beberapa tahun yang lalu. Jembatan ini bukan hanya dibutuhkan untuk masyarakat di Kecamatan Pirak Timu, tetapi juga untuk warga Kecamatan Cot Girek dan Matang Kuli. Jika tidak ada jembatan ini, saat banjir besar kami terisolir dan tidak bisa ke mana-mana,” kata Camat Pirak Timu, Ismuhar, didampingi sejumlah perangkat gampong setempat kepada Ketua DPRA Tgk. Muharuddin saat meninjau Jembatan Asan Krueng Kreh, Minggu (21/10/2018).

Karena tidak adanya jembatan Asan Krueng Kreh, Ismuhar menambahkan, selama ini masyarakat Pirak Timu melewati beberapa jalur untuk menuju Lhoksukon yaitu melalui Jembatan Putih Alue Bungkoh, Pange, dan Batu Satu.

“Namun karena daerah ini sering banjir, jembatan darurat itu sering menjadi kendala masyarakat untuk melewatinya,” ungkap Ismuhar.

Selain itu, Ismuhar menambahkan, masyarakat sangat membutuhkan Jembatan Asan Krueng Kreh karena jarak tempuh warga menuju Lhoksukon sangat jauh, serta akses jalan dan jembatan yang dilalui kondisinya sangat memprihatinkan.

“Masyarakat, khususnya bagi yang bekerja ke luar dan anak-anak sekolah harus menempuh jarak 15 kilometer untuk menuju Lhoksukon. Dengan memutar melewati beberapa kecamatan menuju Lhoksukon dengan kondisi jalan yang rusak dan tidak teraspal. Jika ada jembatan ini, maka akan mempersingkat waktu dan jarak tempuh yang hanya berjarak 2,5 kilometer ke Lhoksukon,” ujar Camat Pirak Timu.

“Untuk itu, kami sangat mengharapkan jembatan ini segera dibangun Pemerintah Aceh, karena Pemkab Aceh Utara memiliki keterbatasan anggaran yang tidak mampu membangun jembatan ini,” tambahnya.

Ketua DPRA Tgk. Muharuddin saat meninjau Jembatan Asan Krueng Kreh. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Hal senada juga dikatakan Imam Gampong Asan Krueng Kreh, Abdul Halim. Menurutnya, jembatan itu merupakan ‘nyawa’ dan ‘urat nadi’ bagi warga Pirak Timu.

“Saat banjir, kami pernah terpaksa membawa jenazah melewati sungai ini dengan menggunakan boat, karena jembatan lain tidak bisa dilalui. Bayangkan saja jika seandainya boat itu terbalik karena arus sungai juga deras saat kami lewati. Semoga Pemerintah Aceh dapat membuka mata dan hatinya melihat kondisi kami di sini,” ungkap Imam Gampong Asan Krueng Kreh.

Warga menunjukkan Jembatan Krueng Kreh yang pembangunannya tidak dilanjutkan Pemerintah Aceh. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Sementara itu Ketua DPRA Tgk. Muharuddin mengatakan pembangunan jembatan di Gampong Asan Krueng Kreh telah diusulkan pada 2017 lalu, namun tidak ada tindaklanjut dari Pemerintah Aceh.

“Harusnya Pemerintah Aceh dapat memprioritas pembangunan yang sangat dibutuhkan masyarakat seperti ini,” ujarnya.

Pembangun jembatan, Tgk. Muharuddin menjelaskan, sempat dilakukan pembangunan pada 2016 lalu dengan anggaran sebesar Rp 5 miliar, namun hanya sebatas abutment jembatan (pondasi). Sedangkan dua tahun anggaran selanjutnya, yaitu 2017 dan 2018, pembangunan rangka baja jembatan tidak dilanjutkan.

“Seharusnya Pemerintah Aceh melalui dinas terkait yang dalam hal ini PUPR, melanjutkan pembangunannya dengan melakukan perencanaan yang matang pada tahun selanjutnya, ini malah tidak dilakukan,” ungkapnya.

Untuk itu, Tgk. Muharuddin meminta Pemerintah Aceh melalui dinas terkait dapat melanjutkan pembangunan rangka baja jembatan Asan Krueng Kreh pada tahun anggaran 2019, mengingat akses jembatan penghubung tersebut sangat dibutuhkan masyarakat Pirak Timu dan beberapa kecamatan lainnya.

“Jangan sampai pembangunan jembatan yang telah dimulai sebelumnya ini menjadi proyek ‘abu nawas’ yang tidak ada manfaatnya untuk masyarakat dan anggaran terbuang sia-sia” tegas politisi Partai Aceh ini. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here