Beranda Hukum Hadapi Praperadilan Irwandi Yusuf, KPK Ajukan 42 Bukti

Hadapi Praperadilan Irwandi Yusuf, KPK Ajukan 42 Bukti

BERBAGI
Irwandi Yusuf usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK terkait kasus suap dana Otsus Aceh, Senin (13/8/2018). [Foto: Detik.com]

BANDA ACEH – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan KPK hari ini mengajukan 42 bukti untuk menyangkal argumentasi Irwandi Yusuf dalam praperadilan yang diajukan terkait kasus dugaan suap yang menjeratnya.

“Sebagai bagian dari rangkaian proses praperadilan yang diajukan oleh Irwandi Yusuf di Pengadilan Negeri Jaksel, hari ini KPK mengajukan 42 bukti untuk menyangkal argumentasi pemohon praperadilan,” kata Febri kepada acehonline.info, Jumat sore.

Bukti-bukti yang diajukan tersebut, Febri menjelaskan, di antaranya surat dan dokumen terkait penanganan perkara, sejumlah BAP saksi, slip dan aplikasi setoran bank Mandiri, slip setor tunai BNI, Putusan Pengadilan PN Jaksel No. 124/Pid.Pra/2017/PN.Jkt.Sel, serta laporan Kegiatan Digital Forensik Proses Capture dari Perangkat Elektronik (dari komunikasi WA antara STEFFY BURASE dengan DARWATI A GANI)

“KPK juga mengajukan satu orang ahli hukum pidana, Dr. Arief Setiawan, SH, MH dari Universitas Islam Indonesia,” jelasnya.

Proses persidangan dengan agenda pembuktian, kata Febri, akan dilanjutkan pada Senin mendatang dengan agenda kesimpulan.

Sebelumnya beberapa waktu lalu, Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf melakukan praperadilan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penetapannya sebagai tersangka korupsi dugaan menerima suap terkait kasus Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dan suap pembangunan dermaga Sabang. Dalam permohonan praperadilan itu, Irwandi Yusuf mengklaim tidak pernah menerima meminta atau menerima uang suap.

“KPK telah menerima surat dari PN Jakarta Selatan tentang praperadilan dengan pemohon Irwandi Yusuf dengan jadwal sidang hari ini, Selasa 9 Oktober 2018. Karena ada penugasan dan kegiatan lain, maka sejak Jumat kemarin KPK telah mengajukan permintaan pada PN Jaksel untuk mengundur waktu sidang selama 7 hari, yaitu pada 16 Oktober 2018,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan whatshap kepada acehonline.info, Selasa (9/20/2018), di Banda Aceh.

Febri menjelaskan Irwandi Yusuf dalam permohonan praperadilan tersebut menyampaikan bahwa tersangka telah menjadi gubernur sebelumnya dan mengklaim tidak pernah meminta atau menerima uang.[Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here