Beranda Hukum Gara-gara Utang, Seorang Ayah di Langsa Tega Jual Anak Kandungnya Seharga Rp...

Gara-gara Utang, Seorang Ayah di Langsa Tega Jual Anak Kandungnya Seharga Rp 10 Juta

BERBAGI
Ilustrasi Bayi.

LANGSA – Polres Kota Langsa mengungkapkan motif kasus ayah kandung SK (41) tega menjual anaknya ST (7 bulan) karena motif ekonomi. Pria itu menjual anaknya seharga Rp 10 juta pada pasangan suami dan istri RM (42) dan MS (43), warga Kota Sabang, untuk membayar utangnya pada seseorang.

“Menurut pengakuan pelaku, uang yang diperoleh dengan menjual anaknya itu untuk membayar utang. Motifnya ekonomi semata-mata,” kata Kasat Reskrim Polres Langsa Iptu Agung Wijaya Kusuma, yang dihubungi pada Sabtu (13/10/2018).

Dia menyebutkan, saat ini, lima tersangka telah ditahan di Mapolres Kota Langsa. Mereka bertindak sebagai perantara, pelaku, dan pembeli anak tersebut.

Dia menjelaskan, penyidik terus mendalami seluruh keterangan dari kelima tersangka tersebut. “Kami dalami terus. Saat ini, penyidik sedang melakukan pemberkasan. Segera kita limpahkan ke jaksa untuk proses penuntutan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Tim Polres Langsa menangkap SK (41). Pria itu tega menjual anak kandungnya ST (7 bulan) kepada pasangan suami istri seharga Rp 10 juta.

Kasat Reskrim Polres Langsa, Iptu Agung Wijaya Kusuma menyebutkan, penangkapan dilakukan di sebuah sekolah dasar Sungai Kuruk, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, 4 Oktober 2018.

“Kasus ini dilaporkan istrinya. Lalu kita selidiki dan tangkap pelaku. Sehari kemudian, 5 Oktober 2018, kita tangkap pembeli pasangan suami istri RM (42) dan MS (43) warga Kota Sabang,” tutur Iptu Agung.

Perantara penjual bayi itu yakni JM (54) dan IM (60). Warga Kota Langsa ini pun ikut ditangkap. Itu artinya, dalam kasus perdagangan manusia itu, polisi sudah menangkap lima orang.

Agung menjelaskan, kelimanya kini ditahan di Mapolres Kota Langsa. Sedangkan bayi yang telah dijual kini dikembalikan sementara waktu pada ibunya berinisial NP.

“Sekarang kita siapkan berkasnya. Kita masih mendalami keterangan kelima tersangka. Sesegera mungkin kasus ini kita limpahkan ke jaksa untuk proses penuntutan,” pungkas Iptu Agung.

Kelima tersangka itu dituntut UU No 35/2014 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Perlindungan Anak.

SUMBER: Kompas.com

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here