Beranda Ekonomi Informasi dan Data Pendidikan Masyarakat Desa Pengaruhi Pembangunan Manusia

Informasi dan Data Pendidikan Masyarakat Desa Pengaruhi Pembangunan Manusia

BERBAGI
wilayah Aceh dilihat dari satelit. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Direktur Katahati Institute Raihal Fajri mengatakan kendala umum seperti tidak adanya informasi dan data pendidikan menjadi masalah bagi pembangunan manusia (SDM) di desa. Menurutnya, data tersebut berperan penting untuk memastikan tidak ada lagi anak usia 7-15 tahun dan usia 7-18 tahun yang tidak sekolah.

“Ini salah satu ukuran keberhasilan pembangunan manusia di desa yang harus ada partipasi sekolah dan warga masyarakat yang harus ditingkatkan,” kata Raihal saat mengisi kegiatan Lokalatih bersama Pemerintah Kota Banda Aceh dan UNICEF dengan tema “Lokalatih Perencanaan dan Pemanfaatan Penyusunan Perencanaan Pendidikan berbasis data tingkat desa di Kota Banda Aceh Tahun 2018” Selasa (18/9/2018) di gedung ITLC.

Raihal juga mengatakan pembangunan desa itu tidak hanya dari infrastruktur saja, melainkan adanya upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Maka, dibutuhkan proses penggalian dan pengumpulan data mengenai keadaan objektif masyarakat, masalah dan potensi.

“Informasi yang terkait hal itu menggambarkan secara jelas dan lengkap kondisi dan dinamika masyarakat desa,” jelas Raihal.

Selain itu, kata Raihal. tugas utama aparatur desa atau gampong itu harus mewujudkan dokumen perencanaan tingkat gampong, memerlukan proses pendampingan dalam penyusunannya dan keterlibatan stakeholders di gampong. Untuk proses implementasi tersebut, lanjut Raihal, maka perlu dibentuk tim fasilitator yang telah dilatih yang tugasnya untuk melatih dan memberi pelatihan dan pendampingan ke gampong sekaligus menyusun dokumen-dokumen perencanaan gampong.

“Ruang data yang kosong inilah yang coba dibantu kembangkan oleh Katahati Institue dengan dukungan UNICEF,” ujarnya.

Asisten Bidang Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Banda Aceh, Bachtiar, menjelaskan pembangunan masyarakat dalam suatu daerah tidak terlepas dari pengumpulan data. Maka dibutuhkan data yang akurat dan akuntabel.

“Baik buruk kinerja dalam gampong tergantung data yang ada dan tentunya harus di-follow up setiap saat,” kata Bachtiar.

Bachtiar juga mengatakan tujuan pengumpulan data tersebut adalah untuk mengetahui capaian kerja dan progres di lapangan terhadap pendataan yang dilakukan, baik pada bidang pendidikan, perekonomian maupun kesehatan.

“Pemerintah kota Banda Aceh saat ini memiliki banyak program prioritas, yang paling penting bagaimana mewujudkan data berbasis online yang akurat dan dapat digunakan di semua instansi yang membutuhkan,” jelasnya.

Acara yang berlangsug selama dua hari itu turut juga dihadiri 14 SKPK Kota Banda Aceh, yang terdiri dari BAPPEDA, DPRK dari komisi yang membidangi pendidikan serta dari tiga desa model dan Tim Penyusun RPJMdes atau RKPdes. [Syukran Jazilla]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here