Beranda Sagoe Tgk Muharuddin Ini Pesan Ketua DPR Aceh di Peringatan Haul Abu Budi ke-XXI

Ini Pesan Ketua DPR Aceh di Peringatan Haul Abu Budi ke-XXI

BERBAGI
Ketua DPR Aceh Tgk Muharuddin saat menghadiri peringatan Haul Abu BUDI ke-XXI di komplek Dayah BUDI Mesja Lamno, Aceh Jaya. [Foto: Istimewa]

CALANG – Ketua DPR Aceh, Tgk Muharuddin berharap agar Haul Abu BUDI ke-XXI bisa menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi antar sesama alumni. Pasalnya, Dayah Bahrul Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI) Lamno telah melahirkan ribuan alumni yang tersebar di seluruh penjuru Aceh hingga luar Aceh.

“Bahkan Dayah BUDI ini juga sudah dikenal tingkat Asia, hal ini terbukti ada sejumlah santri maupun alumni yang pernah menimba ilmunya disini seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar dan Brunei Darussalam. Semoga momen ini bisa menjadi simbol perekat antar sesama alumni, khususnya bagi alumni dayah BUDI dan alumni dayah-dayah se-Aceh pada umumnya,” ujar Ketua DPR Aceh Tgk. Muharuddin saat menghadiri peringatan Haul Abu BUDI ke-XXI di komplek Dayah BUDI Mesja Lamno, Aceh Jaya, Minggu (16/9/2018).

 

Menurut Tgk. Muharuddin, dayah BUDI merupakan salah satu dayah tertua di Aceh yang dibangun pada 1963 ini telah berkontribusi sebagai sentral pendidikan dan peradaban Islam di Aceh. Politisi Partai Aceh ini mengaku sangat bangga dan bersyukur bisa berkenan hadir bersama alim ulama se-Aceh. Apalagi kehadirannya merupakan undangan dan sekaligus acara peletakan batu pertama pembangunan mushalla dayah.

“Ini tentu saja membuat jamaah santri dayah BUDI yang melaksanakan salat jamaah kewalahan. Oleh karena itu, saya selaku mewakili seluruh anggota DPR Aceh lainnya sudah menyampaikan kepada kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk mengalokasikan anggaran untuk pembangunan mushalla ini pada tahun 2019 nanti,” ujar Tgk. Muharuddin.

Sementara itu, Pimpinan Dayah BUDI Abah Asnawi menjelaskan, Dayah BUDI yang pernah terkena dampak gempa dan tsunami sempat membuat aktivitas belajar mengajar terhenti. Hal ini dikarenakan pusat-pusat kegiatan belajar mengajar seperti gedung dan aset-aset lainnyapun hancur.

“Tetapi alhamdulillah, Dayah Budi kami bangun kembali dan proses belajar-mengajar bisa diteruskan kembali. Jumlah murid saat ini Lebih kurang 1000 orang santri dan 500 orang Santriwati, Untuk itu, kami meminta Pemerintah Aceh dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh, Usamah, Ketua DPR Aceh Tgk. Muharuddin agar menaruh perhatian terhadap Dayah Budi yang masih sangat membutuhkan bantuan,” ujar pimpinan Dayah BUDI, Abah Asnawi. [RILIS]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here