Beranda Travel Forum Silaturrahmi Keraton Brunei Darussalam Berkunjung ke Zuriat Kesultanan Aceh

Forum Silaturrahmi Keraton Brunei Darussalam Berkunjung ke Zuriat Kesultanan Aceh

BERBAGI
Pengamat Sejarah Brunei Darussalam saat berziarah ke Makam Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Puluhan pengamat dan pengikut sejarah yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara Brunei Darussalam berkunjung ke ke Kantor Pusat Lembaga Zuriat Kesultanan Atjeh Darussalam. Hal itu dilakukan guna mempererat silaturrahmi serta sebagai langkah awal dalam menjalin kerjasama di bidang sejarah dan budaya antara Aceh dan Brunei Darussalam.

“Atjeh Darussalam bukanlah hal baru bagi Brunei. Kami sudah mengetahui sejak datok dan nenek (moyang) kami tentang termasyurnya Aceh. Kami datang ke Aceh untuk mengetahui dan melihat langsung tempat asal-usul awal berdirinya negeri Aceh, serta bertemu para keturunan raja-raja Aceh,” kata Ketua Tim Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara Brunei Darussalam, Pengiran Haji Abbas, saat berkunjung ke Kantor Pusat Lembaga Zuriat Kesultanan Atjeh Darussalam, di Komplek Makam Sultan Iskandar Muda, Baperis, Banda Aceh, Minggu (16/9/2018).

Aceh dan Brunei Darussalam, Pengiran Haji Abbas menjelaskan telah memiliki hubungan baik sejak masa kerajaan silam. Para imam-imam (pemuka agama Islam) di Brunei Darussalam, kata dia, banyak yang datang ke Aceh untuk belajar dan memperdalam ilmu agama dengan para ulama Aceh.

“Ada juga ulama Aceh yang datang ke Brunei Darussalam yaitu Imam Ahmad yang mengajarkan ilmu agama Islam dan menjadi guru besar di Brunei,” jelasnya.

Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara Brunei Darussalam saat berkunjung ke Kantor Pusat Lembaga Zuriat Kesultanan Atjeh Darussalam. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Mengenai kunjugan para pengamat sejarah Brunei Darussalam ke Aceh, Pengiran Haji Abbas menambahkan hal ini dilakukan sebagai langkah awal mempererat kembali hubungan silaturrahmi antara Brunei Darussalam dengan Aceh.

“Hubungan Brunei dan Aceh sudah lama terikat, namun ke depan kita harus mengkokohkannya lagi lebih erat, dengan melakukan kerjasama dalam berbagai hal, khususnya di bidang sejarah, kebudayaan, serta bidang lainnya,” ungkap Pengiran Haji Abbas.

Sementara itu Teuku Raja Saifullah pewaris Kerajaan Meureuhom Daya yang merupakan bagian dari Kesultanan Atjeh Darussalam mengatakan dirinya berharap hubungan antara dua kesultanan di Asia Tenggara ini dapat terus terjalin.

“Pada masa kejaraan dahulu, Atjeh Darussalam dan Brunei Darussalam memiliki hubungan khusus, di mana kdua kesultanan layaknya kakak beradik. Dalam menjaga kesultanan dari serangan dari luar, kedua negeri ini dahulu saling mengirimkan bantuan pasukan (bala tentara), di mana Aceh dahulunya juga memiliki pangkalan militer di Keudah, Malaysia. Di Keudah, terdapat makam sekitar dua ribu lebih pasukan kerajaan Aceh yang gugur akibat membantu Kerajaan Melaka,” ungkap Teuku Raja Saifullah.

Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara Brunei Darussalam saat berkunjung ke Kantor Pusat Lembaga Zuriat Kesultanan Atjeh Darussalam. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Ke depan, Teuku Raja Saifullah menambahkan Lembaga Zuriat Kesultanan Atjeh Darussalam bekerjasama dan Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara Brunei Darussalam akan menjalin kerjasama di bidang agama, sejarah, serta kebudayaan antar kedua kesultanan yaitu Atjeh Darussalam dan Brunei Darussalam.

“Semoga hubungan Aceh dan Brunei Darusalam ke depan dapat terus terjalin dan melahirkan program-program penguatan agama, sejarah, serta budayaan keduanya,” ujar Teuku Raja Saifullah. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here