Beranda Tekno Waspadai Kanker Servik

Waspadai Kanker Servik

BERBAGI
Ilustrasi sel kanker

Kanker leher rahim atau yang sering dikenal dengan kanker servik merupakan kanker yang berada pada saluran reproduksi wanita yaitu pada bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Kanker ini menjadi salah satu jenis kanker yang paling mematikan bagi wanita di seluruh dunia setelah kanker payudara.

Data yang diperoleh dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2012 di seluruh dunia kanker servik ini adalah kanker yang paling sering muncul sekitar  530.000 kasus baru dan mewakili 7,5% dari semua kematian akibat kanker pada wanita. Dari perkiraan ini lebih dari 270.000 kematian akibat kanker servik setiap tahunnya, dan  lebih dari 85% kasus ini terjadi pada daerah yang kurang berkembang, dan di Indonesia sebanyak 15.000 kasus kanker servik setiap tahunnya.

Penyebab utama kanker servik ini adalah infeksi dari Human Papilloma Virus (HPV), yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Faktor risiko lainnya yang dapat menyebabkan kanker servik diantaranya adalah imunosupresan, infeksi klamidia, diet kurang sehat dan oberitas, kontrasepsi oral, penggunaan IUD, kehamilan multiple, kemiskinan, penggunaan obat hormonal diethylstilbestrol (DES), merokok dan riwayat keluarga dengan kanker.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Banda Aceh Faradilla Safitri, S.ST, M.Kes di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2018, tercatat pada tahun 2015 terdapat 54 kasus kejadian kanker servik dan terjadi peningkatan yang signifikan pada tahun 2016 sebesar 272 kasus. Namun jumlah penderita kanker servik mengalami penurunan pada tahun 2017 sebesar 80 kasus baru.

Hasil penelitian didapatkan bahwa yang mengalami kanker servik pada kategori umur dibawah 20 tahun telah melakukan hubungan seksual, pernah melahirkan lebih dari 3 kali, perilaku hubungan seksual yang kurang baik, personal hiegine yang kurang baik, penggunaan kontrasepsi oral dan genetik menjadi faktor risiko terjadinya kanker servik.

Tanda dan gejala kanker servik biasanya tanda disadari oleh setiap wanita yaitu diantaranya keputihan yang berlebih, perdarahan vagina yang tidak normal seperti perdarahan diluar siklus menstruasi, penurunan berat badan secara drastis, rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan seksual, dan apabila kanker sudah menyebar biasanya penderita akan mengalami nyeri panggul, sulit berkemih serta pembesaran ginjal.

Kurangnya pengetahuan dan kesadaran para wanita dalam mencegah kejadian kanker ini, sehingga berdampak pada jumlah penderita kanker semakin lama semakin meningkat dan seorang wanita di diagnosis mengalami kanker servik pada stadium lanjut yang tingkat kemampuan mempertahankan kelangsungan hidup hanya 26% sampai 42%.

Kanker servik ini dapat dicegah dengan cara melakukan pemeriksaan secara rutin deteksi dini kanker servik atau yang dikenal dengan sebutan pemeriksaan Pap Smear, bisa dilakukan pada wanita yang telah melakukan hubungan seksual setiap 1 atau 2 tahun sekali, sedangkan pada wanita yang berusia diatas 30 tahun telah melakukan Pap Smear selama 3 kali berturut-turut dan hasilnya normal dapat melakukan tes ini setiap 2 atau 3 tahun sekali.

Selain melakukan deteksi dini, hal yang bisa diupayakan untuk mencegah kanker servik adalah hindari aktifitas seksual pada usia dini, hindari melakukan hubungan seksual dengan penderita penyakit menular seksual, hindari melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan, hindari penggunaan pil kb dalam jangka panjang, hindari kebiasaan pencucian vagina dengan menggunakan obat-obatan anti septik, hidari merokok, minuman beralkohol dan yang terakhir dapat melakukan vaksinasi HPV, karena vaksi ini dianggap cukup efektif 91% menghindari wanita dari kanker servik.

Peran petugas kesehatan juga sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran para wanita terhadap pentingnya melakukan deteksi dini kanker servik dan pemberian informasi tentang faktor risiko apa saja yang dapat menyebabkan kanker ini. []

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here