Beranda Infotaiment Penjualan Tiket Film 212 di Aceh Disisihkan untuk Bantu Korban Gempa Lombok

Penjualan Tiket Film 212 di Aceh Disisihkan untuk Bantu Korban Gempa Lombok

BERBAGI
Film 212 “The Power of Love”

BANDA ACEH – Panitia penyelenggara pemutaran film 212 “The Power of Love” akan menyisihkan hasil penjualan tiket nonton film tersebut untuk para korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pemutaran film ini rencananya akan dilakukan pada 10 – 12 Agustus 2018, di Aula BPSDM Aceh.

“Hasil keuntungan dari penjualan tiket film ini, Insya Allah akan disumbangkan untuk kegiatan sosial Aceh peduli Lombok, yang nantinya akan disalurkan melalui ACT,” kata Farid Rizki, selaku ketua panitia pelaksana kepada acehonline.info, Kamis (9/8/2018).

Harga jual tiket, Farid menjelaskan, yaitu sebesar Rp 35 ribu untuk single tiket dan Rp 100 ribu untuk family (3 tiket).

“Bagi yang ingin ikut membantu saudara-saudara kita di Lombok dapat menghubungi call center 085277072292 dan bisa juga mengunjungi kami di Kantor ACT depan gedung DPRA Aceh atau di jalan Hasan Saleh, no.5 Neusu Aceh, kecamatan Baiturrahman Banda Aceh,” jelasnya.

Farid Rizki menambahkan tiket untuk pemutaran film 212 ini sudah tersebar tiket boxnya di beberapa warkop seperti Zakir Kupi (lamprit dan keutapang), Ata Coffee (Blang Padang), Helsinki (Lampineung), Duek Pakat Warkop (pango) dan Kantin Smea Warkop (tepat di samping lokasi acara berlangsung nantinya), seluruh outlet rumah makan Ayam Lepas dan tempat-tempat usaha di kawasan kota Banda Aceh.

Sementara itu Muhammad Balia dari Mitra Muda Mandiri selaku Event Organizer penyelenggara acara mengatakan film 212 bermuatan pesan-pesan moral yang kuat, untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

“Ini Edukasi penting yang harus ditanamkan kepada keluarga kita terutama anak-anak, bagaimana mereka terus dapat mencintai Agama ini,” ungkap Balia.

“Saat ini di Aceh sedang berlangsung banyak acara, khususnya kota Banda Aceh. Artinya saat ini sangat rame orang dari daerah luar hadir di sini. Makanya kita melihat ini sebagai sebuah momentum yang tidak boleh ditinggalkan. Apalagi Aceh sarat dan kental dengan nilai-nilai keislaman,” tambahnya. []

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here