Beranda Ekonomi Alokasi Dana BOS Belum Mampu Tingkatkan Mutu Pendidikan di Aceh

Alokasi Dana BOS Belum Mampu Tingkatkan Mutu Pendidikan di Aceh

BERBAGI
Ilustrasi dana BOS

KUTACANE – Pengalokasian dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang bersumber dari APBN dinilai belum mampu meningkatkan mutu pendidikan di Aceh, khususnya kualitas pendidikan jenjang sekolah menengah atas (SMA). Hal itu karena minimnya pengalokasian dana BOS ke sekolah yang hanya dihitung berdasarkan jumlah siswa.

“Kecilnya biaya satuan dana BOS-N yang dihitung per-siswa ini masih kurang,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, Ahmad Yani, Senin (30/7/2018), di Kutacane.

Ahmad Yani menjelaskan, dana BOS jika dihitung setiap siswa SMA di Aceh Tenggara hanya mendapat jatah Rp 1,4 juta setiap tahunnya.

“Seharusnya setiap siswa itu mendapatkan Rp 2 juta per tahunnya. Barulah itu dinilai bisa mengangkat mutu pendidikan di Aceh,” ujarnya.

Apalagi, Ahmad Yani menambahkan, sejak 2017 wewenang sekolah SMA diambil alih oleh Pemerintah Aceh, berdasarkan PP No 23 tahun 2014, tentang peralihan wewenang sekolah SMA sederajat.

“Ini kian memperparah mutu pendidikan di Aceh, karena hilangnya sharing dana pihak pemerintah kabupaten/kota di Aceh, yang biasa dialokasikan sebelum pindah alih wewenang tersebut,” jelasnya.

Ahmad Yani menjelaskan berbagai sharing dana BOS-N setiap tahunnya diberikan ke sekolah SMA, seperti Dana BOS-Kabupaten senilai Rp 300 ribu per siswa dan Dana Bantuan Operasional (DBO) sebesar Rp 200 ribu/ siswa setiap tahunnya.

“Alokasi dana BOS ini sangat berperan penting dalam kelancaran proses belajar mengajar di setiap sekolah, mengingat itu memang tanggungjawab pemerintah yang diamanatkan melalui persen APBN,” ungkapnya.timpalnya.

Untuk itu, Ahmad Yani berharap, persoalan dana bantuan untuk sekolah diharapkan tidak hanya ke Pemerintah Pusat, namun juga ke Pemerintah Aceh agar menjadi perhatian serius.

“Ini diperlukan agar mutu pendidikan di bumi serambi mekkah ini dapat terdongkrak mengimbangi mutu pendidikan di daerah lain yang sudah maju mutu pendidikannya,” pungkas Ahmad Yani. [Riki Hamdani]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here