Beranda Politik Kenakan Kostum Ciri Khasnya di “Eumpang Breuh”, Haji Uma Mendaftar ke KIP...

Kenakan Kostum Ciri Khasnya di “Eumpang Breuh”, Haji Uma Mendaftar ke KIP Aceh

BERBAGI
Haji Uma saat mendaftar ke KIP Aceh sebagai calon anggota DPD-RI. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Sudirman yang dikenal sebagai Haji Uma kembali mendaftarkan diri sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Rabu (11/7/2018). Saat mendaftar, Haji Uma bersama tim pemenangannya mengenakan kostum ciri khasnya di film komedian Aceh “Eumpang Breuh”.

Haji Uma dan rombongan tiba di KIP Aceh Pukul 14.30 WIB. Di KIP Aceh, Haji Uma diterima oleh para panitia penerimaan bakal calon peserta Pemilu 2019. Saat mendaftar, Haji Uma menyerahkan sejumlah berkas syarat pendaftaran seperti surat keterangan hasil tes kesehatan, surat tes psikologi, serta surat keterangan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHKPN).

“Alhamdulillah untuk syarat dukungan fotocopy KTP sudah lengkap. Dari syarat minimal dua ribu, kami mengajukannya sebanyak 2600 lembar. Dari hasil verifikasi beberapa waktu lalu, dinyatakan sudah memenuhi syarat (MS), sehingga tidak perlu lagi ada penambahan,” kata Haji Uma usai mendaftar ke KIP Aceh, Rabu sore.

Haji Uma saat mendaftar ke KIP Aceh sebagai calon anggota DPD-RI. [Foto: Istimewa]
Kepada acehonline.info, Haji Uma yang kini menjabat sebagai Anggota Komite II DPD-RI itu mengatakan kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI asal Aceh karena masih banyak persoalan masyarakat Aceh yang harus diperjuangkannya di pusat (Jakarta).

“Ada beberapa undang-undang yang belum sip kita rampungkan, yang berkaitan sekali dengan kebutuhan, kesinambungan, serta kemakmuran masyarakat. Seperti undang-undang tentang kedaulatan pangan yang sedang kami rampungkan,” jelas Haji Uma.

“Kami sedang berupaya agar undang-undang ini dirampungkan, karena semakin ke depan, pangan kita semakin berkurang. Di tengah dikatakan negara kita makmur tapi kita dilanda krisis pangan. Oleh karenanya, ada sistem yang salah dan belum benar secara integrasi undang-undang nasional dengan aturan di daerah, seperti persoalan alih fungsi lahan serta pemanfaatan dan penyalahgunaan lahan, sehingga lama-kelamaan lahan yang ditanami tergerus,” tambahnya.

Selain itu, tambah Haji Uma, dirinya bersama para anggota DPD-RI lainnya sedang mengupayakan regulasi yang berkaitan dengan varietas atau sumber kekayaan genetik tanaman.

“Ini penting sekali, karena setiap genetik tanaman di daerah kita belum terdaftar. Ada beberapa genetik tanaman kita yang sudah dikuasai negara lain. Untuk itu kita perlu membuat regulasi tentang perlindungan genetik itu sendiri, agar kesinambungan semua tanaman kita dapat terjaga keutuhannya,” jelas Haji Uma.

Haji Uma saat mendaftar ke KIP Aceh sebagai calon anggota DPD-RI. [Foto: Istimewa]
Selain itu, Haji Uma mengatakan pencalonan dirinya kembali sebagai anggota calon DPD-RI asal Aceh karena ingin terus menyuarakan persoalan-persoalan masyarakat Aceh. Haji Uma pun membeberkan alasannya tetap bertahan di DPD-RI dengan tidak beralih mencalonkan diri sebagai anggota DPR-RI.

“Hasil keputusan MK (Mahkamah Konstitusi) terkait MD3 kemarin, anggota DPD-RI dapat terlibat dalam penyertaan undang-undang daerah. Ada qanun-qanun yang berkaitan dengan kepentingan daerah ketika diajukan ke Kemendagri biasanya mentok ketika beragumentasi di kementerian. Dan di sini, ini ranah DPD bisa masuk, yang tidak bisa dimasuki instansi lainnya termasuk DPRA dan DPR-RI. Sebelumnya qanun-qanun atau perda daerah tidak terkawal. Inilah ruang bagi DPD-RI ke depan untuk masuk agar regulasi-regulasi di daerah bisa diloloskan,” jelasnya.

Sementara itu terkait dirinya akan kembali terpilih atau tidak nantinya, Haji Uma mengembalikan persoalan itu kepada masyarakat Aceh. Namun, Dirinya optimis akan kembali terpilih jika terus giat berusaha dan berdoa.

“Saya tidak memaksa (masyarakat) untuk memilih saya. Jika saya bagus dan telah bekerja selama ini, maka silahkan memberi dukungan kepada saya. Jika saya tidak berguna untuk masyarakat, terserah kepada masyarakat sendiri yang menilainya,” ujar Haji Uma. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here