Beranda Nanggroe Disebut KPK, Aceh Marathon Tetap Dilaksanakan

Disebut KPK, Aceh Marathon Tetap Dilaksanakan

BERBAGI
Aceh Marathon 2018. [Foto: Istimewa]

BANDA ACEH – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh Darmansah mengatakan kegiatan Aceh Marathon 2018 tetap akan dilaksanakan karena telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Menurutnya, perencanaan kegiatan tersebut tidak terganggu karena adanya kasus yang menimpa gubernur Aceh karena telah direncanakan jauh hari sebelumnya.

“Pak wagub juga sudah ditunjuk sebagai Plt, jadi dari sisi pemerintahan tidak ada yang mengganggu, tetap berjalan,” kata Darmansah kepada wartawan, Jumat (6/7/2018), di ruang kerjanya.

Sementara itu ketika ditanyai soal dugaan dana suap yang menimpa gubernur Aceh dinyatakan KPK akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon, Darmansah menjelakan hal itu diluar prosedur Dispora Aceh.

“Itu secara pribadi bukan kedinasan. Semuanya mempunyai aturan main, pemasukan dan pengeluaran harus ada bukti-bukti yang lengkap,” jelasnya.

Anggaran untuk medali dan pakaian peserta Aceh Marathon, Darmansah juga menjelaskan telah dianggarkan dari dana BPKS Sabang, yang juga turut terlibat dalam event internasional tersebut.

“Prosesnya juga sudah siap tender dan sudah ada pemenang. Jadi perusahaan (pemenang) itu yang menyiapkan pakaian dan medali, jadi tidak ada hubungannya dengan pengadaan baju di luar itu,” ungkapnya.

Kadispora Aceh Darmansah. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]
Dalam kegiatan Aceh Marathon 2018, Darmansah menambahkan, Pemerintah Aceh melalui Dispora Aceh mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar lebih, ditambah dana sharing dari BPKS Sabang sekitar Rp 2,7 miliar, serta Rp 300 juga dari Dispora Sabang.

“Untuk baju dan medali sudah dianggarkan di BPKS Sabang. Jadi, meskipun disebut-sebut KPK, tidak ada terkait dengan Dispora dan kegiatan ini,” ujarnya.

Sementara itu mengenai keterlibatan Steffy Burase dalam kegiatan Aceh Marathon, Kadispora menjelaskan Steffy bukan sebagai event organizer (EO), melainkan sebagai staf ahli dalam kegiatan tersebut. Aceh Marathon, menurutnya langsung ditangani oleh Dispora Aceh dengan tidak melibatkan EO.

“Pemilihan beliau sudah ada sebalum saya ada (dilantik sebagai kadispora). Beliau dipilih sebagai tenaga ahli karena beliau adalah pelari nasional 42 kilometer. Jadi beliau memang atlet marathon, yang punya komunitas pelari, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” jelasnya.

“Jadi tidak benar jika steffy disebutkan sebagai EO, di SK pak gubernur dia sebagai staf ahli. Banyak sekali informasi yang bias, kalau beliau EO maka kegiatan ini sudah kita tender,” tambahnya.

Sementara itu terkait adanya rumor yang beredar Steffy diduga mengintervensi kadispora terkait pelaksanaan Aceh Marathon, Darmansah membantah hal tersebut, Menurutnya, steffy sebagai tenanaga ahli berhak memberikan saran dan masukan kepada dirinya.

“Kalau Kadispora atlet lari, ngapain pakai dia. Jadi karena saya bukan atlet lari, makanya butuh saran dan masukan beliau,” jelasnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here