Beranda Nanggroe KPK: Duit Suap Gubernur Aceh akan Digunakan untuk Beli Medali Maraton

KPK: Duit Suap Gubernur Aceh akan Digunakan untuk Beli Medali Maraton

BERBAGI
Irwandi Yusuf turun dari kendaraan lapis baja milik Polda Aceh saat akan diberangkatkan KPK ke Jakarta melalui Bandara Sultan Iskandar Muda. [Foto: Istimewa]

JAKARTA – Gubernur Aceh Irwandi Yusuf ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait setoran Bupati Bener Meriah sebagai ijon proyek yang dibiayai Dana Otonomi Khusus (Otsus). Duit suap Rp 500 juta diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018.

“Uang yang disetor ke beberapa rekening tersebut diduga digunakan untuk pembayaran medali dan pakaian kegiatan Aceh Marathon 2018,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/7/2018).

Duit suap Rp 500 juta disetorkan Bupati Bener Meriah Ahmadi, yang juga ditetapkan sebagai tersangka. Duit ini disetor lewat orang-orang kepercayaan Irwandi.

Operasi tangkap tangan (OTT) Gubernur Aceh Irwandi dimulai dari pergerakan tim KPK yang mengidentifikasi penyerahan duit dari Muyassir/MYS (swasta) kepada Fadli/ FDL (swasta) pada Selasa, 3 Juli, sebesar Rp 500 juta.

FDL setelah itu, menurut Basaria, menyetorkan uang tersebut ke beberapa rekening Bank BCA dan Mandiri sebesar masing-masing sekitar Rp 50 juta, Rp 190 juta, dan Rp 173 juta. Uang ini yang disebut KPK diduga akan digunakan untuk keperluan Aceh Marathon 2018.

KPK dalam kasus ini menetapkan empat orang tersangka, yakni Gubernur Aceh Irwandi, Bupati Bener Meriah Ahmadi sebagai pemberi suap. Dua orang tersangka lainnya adalah pihak swasta, yakni Hendri Yuzal (HY) dan T Syaiful Bahri (TSB).

“Setelah melakukan pemeriksaan 24 jam pertama, dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Gubernur Aceh terkait pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh tahun 2018 pada Pemprov Aceh,” papar Basaria.

Uang Suap Diduga Dikumpulkan dari Pengusaha

KPK menduga Bupati Bener Meriah Ahmadi mengumpulkan uang suap dari para pengusaha. Duit yang terkumpul itu kemudian diduga diberikan Ahmadi ke Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

“Sumber keuangan dari Bupati Bener Meriah ini menurut informasi yang ada komunikasi, yang diberi tinggi. Jika terjadi dikumpulkan dari beberapa pengusaha di sana tapi ini masih tingkat pengembangan dari tim, sedikitnya itu hanya informasi yang kita terima yang kemudian diberikan kepada Gubernur,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Basaria mengatakan perbuatan Ahmadi itu bukan yang pertama kali dilakukan. Ahmadi diduga sudah dua kali meminta duit dari pengusaha untuk diberikan kepada Irwandi.

“Ini tidak tahap pertama lagi menurut informasi sudah tahap yang kedua bagian dari yang dari Rp 1,5 miliar yang menjadi yang harus diberikan untuk tingkat provinsi itu proyek jalan,” kata Basaria.

Basaria juga mengatakan dana comitment fee dipotong untuk provinsi dan kabupaten. Kemudian uang suap itu dibagikan ke pihak lain.

“Menurut informasi sementara dari tim lidik kita memotong. Nah itu dilakukan sekitar 10% yang 2% untuk tingkat kabupaten kemudian 8% persennya itu adalah untuk tingkat provinsi. Ini yang kemudian dibagi-bagi ke mana-mana kita belum tahu,” tutur Basaria. [Detik.com]

BERBAGI

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here