Beranda Nanggroe Ketua DPRA: Jawaban Gubernur Normatif, Paripurna Interpelasi Ditunda Senin

Ketua DPRA: Jawaban Gubernur Normatif, Paripurna Interpelasi Ditunda Senin

BERBAGI
Ketua DPRA Tgk. Muharuddin dan Wakil Ketua DPRA Irwan Dohan saat diwawancarai wartawan usai sidang paripurna interpelasi. [Foto: AcehOnline/Reza Gunawan]

BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menskorsing (menunda) sidang paripurna interpelasi, yang akan kembali digelar pada Senin, 2 Juli 2018 mendatang. Penundaan itu dilakukan karena wakil gubernur tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan anggota DPRA dalam paripurna interpelasi.

“Jawaban gubernur yang dibacakan secara tertulis oleh pak wagub, ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Maka forum maka sepakat untuk menunda paripurna hingga Senin, agar nantinya ada jawaban dan bisa dijawab oleh gubernur,” kata Ketua DPRA Tgk. Muharuddin usai paripurna interpelasi, Kamis (28/6/2018), di Gedung DPRA.

Forum DPRA, Tgk. Muharuddin berharap dalam paripurna interpelasi adanya interaksi dari pertanyaan-pertanyaan yang dilayangkan. Namun, beberapa pertanyaan tidak bisa dijawab karena spesifik dan hanya gubernur yang bisa menjawabnya. Jawaban-jawaban tersebut juga membuat para anggota DPRA tidak merasa puas.

“Kita berharap dalam paripurna nanti dapat dihadiri langsung oleh gubernur. Jika memang tidak hadir, maka tentunya ada mekanisme lain, yang akan diputuskan dalam rapat badan musyawarah nantinya,” jelas Tgk. Muhar.

Mengenai hak angket, Tgk. Muhar mengatakan dirinya belum ingin berandai-andai apa langkah lanjutan yang akan diambil DPRA nantinya atas jawaban gubernur Aceh.

“Apapun bisa terjadi, saya tidak bisa berandai-andai. Semua tergantung pada forum pembahasan di badan musyawarah nantinya,” jelasnya.

“Hak angket juga ada mekanismenya, itu harus diusul dari dua per tiga anggota DPRA atau sekitar 54 anggota DPRA,” tambahnya.

Mengenai jawawab yang dibacakan wakil gubernur Aceh, Tgk. Muharuddin mengatakan jawaban tersebut sangat normatif dan tidak spesifik.

Sementara itu Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan jawaban yang diberikan secara politik tentu tidak selalu akan memuaskan.

“Yang terpenting kami dari eksekutif sudah mencoba menjawab dan mejelaskan sejelas-jelasnya. Kalau memang belum puas, nanti akan kita jawab lagi,’ ujarnya.

Soal apakah nantinya paripurna lanjutan interpelasi tersebut akan dihadiri gubernur, Nova mengatakan hal itu nantinya akan coba disampaikan kepada gubernur.

“Itu bukan otoritas saya menjawabnya, karena gubernur juga ada agenda lain,” ujarnya. [Reza Gunawan]

BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here